peezycoineth.vip

Krom Bank (BBSI) Perketat Seleksi Kredit di Tengah Tantangan Likuiditas

2026-07-21 10:18

ILUSTRASI. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) (Dok/Krom Bank)

Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) memilih menjalankan ekspansi kredit secara lebih selektif di tengah tantangan likuiditas industri perbankan dan meningkatnya risiko kredit.

Meski demikian, BBSI tetap optimistis mampu menjaga pertumbuhan pembiayaan hingga akhir tahun 2026 sesuai target.

Hingga Mei 2026, Krom Bank membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 10,76 triliun atau melonjak 80,8% secara tahunan (year on year/yoy). Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi, yakni 124% yoy menjadi Rp 11,84 triliun.

Maka, rasio kredit terhadap deposito (loan to deposit ratio/LDR) Krom Bank ada di posisi 90,8%, turun dari 112,5% pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Krom Bank Catat Pertumbuhan Kredit 102% per Februari 2026

Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan bahwa penurunan LDR tersebut mencerminkan pertumbuhan kredit yang kini dilakukan secara lebih selektif di tengah meningkatnya risiko akibat dinamika ekonomi global maupun domestik.

"Hal ini dikarenakan berbagai macam gejolak baik eksternal maupun internal yang meningkatkan risiko kredit," ujar Anton kepada Kontan, Senin (20/7/2026). 

Meski demikian, menurutnya level LDR tersebut masih mencerminkan fungsi intermediasi yang relatif tinggi dibandingkan rata-rata industri. 

Anton mengakui industri perbankan saat ini menghadapi tantangan likuiditas, terutama akibat ketatnya persaingan menghimpun dana serta tingginya suku bunga dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Tumbuh 98%, Kredit Krom Bank Capai Rp 9,88 Triliun pada Kuartal I-2026

Kendati demikian, ia memastikan posisi likuiditas Krom Bank masih tergolong kuat.

Sebagai gambaran, kata Anton, rasio cakupan likuiditas (liquidity coverage ratio/LCR) bank pada kuartal I-2026 mencapai sekitar 1.015%, jauh di atas ketentuan minimum 100%.

Menurutnya kondisi tersebut menunjukkan bank memiliki cadangan aset likuid yang sangat memadai untuk menghadapi berbagai skenario tekanan likuiditas.

Dari sisi pendanaan, Krom Bank masih mengandalkan DPK, khususnya deposito dan tabungan, sebagai sumber dana utama. 

Krom Bankjuga terus memperkuat penghimpunan dana dengan menyasar nasabah berusia di bawah 40 tahun yang telah terbiasa menggunakan layanan digital dan memiliki kemampuan finansial yang mapan.

Di tengah kondisi likuiditas yang lebih menantang, Krom Bank tetap mengedepankan prinsip pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga: BI Rate Naik, Krom Bank Pilih Perkuat Dana Murah Ketimbang Naikkan Bunga Deposito

Anton memastikan ekspansi kredit bank bakal tetap dilakukan secara selektif dengan menjaga kualitas portofolio dan kecukupan likuiditas.

"Kami menargetkan pertumbuhan kredit tetap berada dalam kisaran target perseroan, dengan tetap menjaga LDR pada level yang sehat dan sejalan dengan risk appetite perseroan," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag