Kutim perkuat identitas budaya bangsa lewat pertunjukan seni tradisional - ANTARA News Kalimantan Timur
Keberagaman suku dan budaya merupakan kekayaan yang harus terus dirawat
Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur memperkuat identitas budaya bangsa dengan memberi ruang bagi komunitas, desa maupun kelurahan untuk menyajikan pertunjukan seni tradisional masing-masing agar tetap tumbuh dan lestari.
"Keberagaman suku dan budaya merupakan kekayaan yang harus terus dirawat. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memberikan ruang bagi berbagai tradisi dan kesenian masyarakat untuk tumbuh dan tampil di tengah publik," ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Senin.
Ia menyebut bahwa setiap wilayah memiliki ciri khas budaya yang unik dan layak disajikan, sehingga tidak hanya menjaga budaya lokal, tetapi juga memberikan ruang seluas-luasnya bagi keberagaman tradisi masyarakat untuk tampil.
Terlebih pementasan seni dan budaya tidak semata-mata menjadi hiburan bagi masyarakat, namun dibalik setiap pertunjukan, terdapat ruang interaksi sosial sekaligus peluang untuk menggerakkan ekonomi warga, UMKM bergerak, dan perputaran ekonomi terjadi.
Di Kutim, katanya, terdapat beragam adat dan budaya karena Kutim ibarat miniatur Indonesia, terdapat beragam suku yang hidup sejak lama, baik melalui transmigrasi sejak puluhan tahun lalu maupun yang datang untuk merantau.
Semua suku tersebut diayomi oleh Pemkab Kutim, sementara penyajian seni dan budaya juga diberi ruang untuk berkembang, dilestarikan, hingga ditampilkan di hadapan umum.
Salah satunya adalah penampilan pada Minggu (26/7/2026) malam, di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Kaliorang. Sejumlah pagelaran seni tampil di desa tersebut, sehingga ratusan warga dari Satuan Permukiman (SP) 1 hingga SP 5 hadir menyaksikan.
Sejumlah pagelaran seni yang tampil dalam malam kesenian desa itu, antara lain tari Topeng Ireng, atraksi Rampak Buto Manunggal, hingga penampilan Jaranan Putro Alap-Alap.
"Kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi merupakan bagian dari perubahan yang tidak dapat dihindari. Namun, kemajuan tersebut tidak boleh membuat generasi muda melupakan akar budayanya, maka penyajian seni budaya ini merupakan bagian mengingatkan generasi muda mempertahankan akar budaya," katanya.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.