KWP Laporkan Anggota DPR Deddy Sitorus ke MKD Buntut Celoteh Wartawan ‘Sirkus’
Bagikan:
JAKARTA - Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) melaporkan Anggota Komisi II DPR Deddy Sitorus ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR buntut dari polemik ungkapan "sirkus" ketika ada sejumlah wartawan yang meliput di dalam ruangan rapat Komisi II DPR.
Wakil Ketua Bidang Administrasi KWP Erwin Syahputra Siregar mengatakan surat pelaporan itu sudah terdaftar di MKD dengan nomor 78. Menurut dia, KWP memutuskan untuk melaporkan Deddy karena dirinya enggan untuk menyampaikan permintaan maaf.
"Kami sudah meminta kepada beliau untuk melakukan permintaan maaf secara terbuka, namun beliau menyatakan tidak akan mau melakukan permintaan maaf. Dan atas dasar itulah, maka hari ini kami langsung menempuh untuk melayangkan surat ke MKD untuk membuat laporan ke Bapak Deddy Yevri H Sitorus," kata Erwin dilansir ANTARA, Jumat, 31 Juli.
Dalam laporan itu, menurut dia, KWP pun melampirkan beberapa data video terkait ungkapan "sirkus" itu selain surat laporan. Selain itu, ada juga kesaksian dari sejumlah wartawan yang ada ketika momen itu terjadi.
Menurut dia, KWP tidak memiliki niat lain dalam pelaporan itu, selain melindungi martabat para wartawan yang bertugas di lingkungan DPR agar tidak lagi dipandang sebelah mata.
"Kalau terkait dengan bantahannya Pak Deddy, ya silakan nanti di MKD saja," kata dia.
Sementara itu, Ketua MKD DPR Nazaruddin Dek Gam menyampaikan pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Dia pun tak menutup kemungkinan akan memanggil Deddy untuk mengklarifikasi polemik tersebut.
"Bagi MKD, siapa pun dia, sama ya," kata Dek Gam saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, Anggota Komisi II DPR Deddy Sitorus sudah menyampaikan klarifikasi terkait tuduhan dari KWP tersebut. Dia merasa tuduhan itu tidak sesuai dengan hal yang sebenarnya dia sampaikan.
Dia menjelaskan ketika rapat tersebut, dia berkata "Pimpinan, mohon ruangan ditertibkan, banyak sekali yang berdiri di sini, padahal ada ruangan balkon di atas. Sudah seperti sirkus kita ini."
Kalimat tersebut, kata dia, jelas merujuk pada situasi ruang rapat yang saat itu dipenuhi orang-orang yang bergerombol dan berdiri di tengah ruangan ketika rapat sedang berlangsung.
"Pernyataan itu sama sekali tidak ditujukan kepada wartawan maupun kelompok atau individu tertentu," kata Deddy dalam pernyataan tertulisnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+