KY pastikan keterwakilan perempuan dalam seleksi calon Hakim Agung - ANTARA News Bangka Belitung
Jakarta (ANTARA) - Komisi Yudisial (KY) memastikan seleksi calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di Mahkamah Agung Tahun 2026 diisi oleh keterwakilan perempuan sesuai standar.
Anggota KY Bidang Rekrutmen Hakim Prof. Andi Muhammad Asrun dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, mengatakan ada lima nama perempuan dari 23 nama calon hakim agung dan calon hakim ad hoc yang lolos seleksi kesehatan dan kepribadian, serta berhak maju ke seleksi wawancara akhir.
Jumlah keterwakilan perempuan dalam seleksi ini 40 persen, dihitung dari calon perempuan yang mengikuti tes kesehatan dan asessment kepribadian hingga lolos ke seleksi wawancara, kata Asrun.
Berdasarkan data yang dibagikan KY, jumlah calon hakim agung dan calon hakim ad hoc yang lolos ke tahap seleksi wawancara akhir sebanyak 23 orang. Terdiri atas 19 calon hakim agung, dua calon hakim ad hoc HAM, dan dua calon hakim agung Tipikor.
Dari 19 calon hakim agung tersebut, terdiri atas 14 orang laki-laki dan lima orang perempuan. Kelima calon perempuan ini terdiri atas dua hakim tinggi, satu panitera, satu advokat, dan satu notaris.
Kelima calon hakim agung dari kalangan perempuan itu, yakni Nirwana saat ini sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Makassar; Suprapti (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Semarang) Sudharmawantiningsih, (Panitera MA), Dhifla Wiyani (Advokat pada Kantor DV and Partners) dan Nurnaningsih (Notaris pada kantor Dr Nurmaningsih).
Sedangkan calon hakim ad hoc HAM dan ad hoc Tipikor masing-masing dua calon didominasi oleh laki-laki.
Menurut Asrun, kelima calon perempuan ini memiliki kualitas yang tidak kalah dari 18 calon hakim dari kalangan laki-laki.
Ini persoalan kualitas, dan kebetulan calon-calon hakim perempuan ini top semua, bukan asal-asal. Ini bukan lagi soal keterwakilan, tapi sudah monumental, ujarnya.
Pada Selasa (28/7), KY mengumumkan 23 nama calon hakim agung dan calon hakim ad hoc yang lolos tes kesehatan dan kepribadian, selanjutnya mengikuti seleksi wawancara akhir pada 3-7 Agustus 2026.
Dari 23 calon tersebut, sebanyak 19 calon hakim agung, dua calon hakim ad hoc ham dan dua calon hakim ad hoc Tipikor.
Untuk calon hakim agung berdasarkan kamar yakni pidana sebanyak sembilan orang, perdata sebanyak empat orang, agama sebanyak tiga orang, tata usaha negara khusus pajak tiga orang.
Sementara itu, kebutuhan hakim agung di MA tahun 2026 ini yakni kamar perdata dua orang, kamar pidana empat orang, kamar agama dua orang dan kamar tata usaha negara khusus pajak tiga orang.
Sedangkan untuk kebutuhan hakim ad hoc HAM sebanyak dua orang, dan hakim ad hoc tipikor satu orang.
Artinya seleksi wawancara akhir ini menjadi penentu nama-nama calon hakim yang lolos untuk mengisi kekosongan jabatan hakim agung dan ad hoc di MA tahun 2026.
Berikut nama-nama calon hakim agung dan ad hoc yang lolos ke tahap seleksi wawancara akhir
1. Calon hakim agung kamar pidana
Abdul Azis, jabatan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Bambang Myanto, jabatan di Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum MA
Dhifla Wiyani, sebagai advokat pada Kantor DV and Partners
Nirwana, menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Makassar
Setyanto Hermawan, jabatan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Palangkaraya
Sudharmawantiningsih, jabatan Panitera MA
Sugiyanto, jabatan Sekretaris MA
Suprapti, jabatan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Semarang
Syamsul Arief, jabatan Kepala Badan Strategis Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan MA.
2. Calon hakim agung kamar perdata
IG Eko Purwanto, jabatan Hakim Tinggi Badan Pengawasan MA
Nurnaningsih, jabatan notaris pada kantor Dr Nurmaningsih
Sobandi, jabatan Kepala Badan Urusan Administrasi MA
Suwarno, jabatan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar.
3. Calon hakim agung kamar agama
Achmad Nurul Huda, jabatan Hakim Tinggi Badan Pengawasan MA
Mamat Ruhimat, jabatan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bandung
Musthofa, jabatan Panitera Muda Perdata Agama MA
4. Calon hakim agung kamar tata usaha khusus pajak
L.Y Hari Sih Advianto, jabatan hakim Pengadilan Pajak
Maftuh Effendi, jabatan Hakim Tinggi Pemilah Perkara pada Panitera Muda Perkara Tata Usaha Negara MA
Yeheskiel Minggus, jabatan Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unisulla) Semarang.
Kemudian, nama-nama calon hakim ad hoc ham dan ad hoc tipikor yakni
1. Calon hakim ad hoc HAM
Edwin Partogi Pasaribu, jabatan Advokat pada UHP Law Firm
Roki Panjaitan, jabatan Purnabakti Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Tanjungkarang.
2. Calon hakim ad hoc Tipikor
Andreas Eno Tirtakusuma, jabatan Hakim Ad Hoc Pengadilan Tinggi Surabaya
Sudiyo, jabatan, Plt Kepala Pengadilan Militer I-04 Palembang.
Pewarta: Laily Rahmawaty
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.