Lady Gaga Akui Salah, Peluncuran Makeup Haus Labs Ditunda Usai Dikritik
Jakarta -
Lady Gaga mengakui kesalahan Haus Labs setelah produk makeup terbarunya dikritik karena dinilai belum cukup inklusif untuk pemilik kulit gelap. Kritik tersebut membuat peluncuran produk akhirnya ditunda.
Kontroversi bermula ketika beauty influencer Golloria George mencoba Sun Dipped Bronzing Veil, bronzer terbaru Haus Labs. Sebelum produk tersebut resmi diluncurkan tampaknya Haus Labs memberikan paket makeup terbaru mereka ke sejumlah influencer.
Dalam video yang diunggah pada 29 Mei, Golloria memperlihatkan tiga shade tergelap dari bronzer tersebut. Ia mengaku kecewa karena pilihan warnanya dinilai belum cukup mengakomodasi kulit yang lebih gelap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku tidak tahu apa atau siapa yang kalian ubah di laboratorium, tapi tolong ubah kembali," ujar Golloria.
Golloria mengulas bronzer Haus Labs Foto: dok. Instagram @golloria
Melalui keterangan unggahannya, influencer 25 tahun itu juga meminta Haus Labs dan brand kecantikan lainnya untuk melakukan lebih baik dalam menghadirkan produk yang inklusif. Haus Labs kemudian memutuskan menunda peluncuran Sun Dipped Bronzing Veil yang sebelumnya dijadwalkan hadir pada Juli. Brand kecantikan yang didirikan Lady Gaga pada 2019 itu memilih kembali ke laboratorium untuk mengembangkan pilihan shade yang lebih luas.
Pada Kamis (1/10/2026), Haus Labs membagikan pernyataan Lady Gaga terkait kontroversi tersebut. Dalam pernyataan itu, Gaga mengakui bahwa keputusan internal untuk meluncurkan produk hanya dengan enam shade merupakan sebuah kesalahan.
"Kami bertanggung jawab penuh atas kesalahan kami," tulis Haus Labs dalam pernyataan tersebut.
Haus Labs juga mengakui kesalahan dalam menangani kritik Golloria. Sebelumnya, pihak brand sempat meminta sang influencer menghapus videonya karena ia mengulas produk sebelum masa embargo berakhir. Haus Labs kemudian menyadari bahwa respons tersebut tidak tepat.
"Kami menyadari bahwa hal tersebut tidak baik dan bukan cara seorang kreator, maupun suara konsumen mana pun, seharusnya diperlakukan," tulis Haus Labs.
Setelah mendapat kritik, Haus Labs memutuskan menghentikan sementara peluncuran produk dan kembali ke tahap pengembangan untuk memastikan pilihan warnanya lebih inklusif sejak hari pertama.
Golloria kemudian merespons pernyataan Lady Gaga melalui Instagram Story. Ia menegaskan bahwa kritiknya bukan semata-mata mengenai sebuah produk makeup. Menurut Golloria, colorism atau diskriminasi berdasarkan warna kulit telah memengaruhi standar kecantikan dan membuat perempuan berkulit gelap kerap tidak terwakili.
"Aku berbicara karena colorism lebih besar daripada produk apa pun yang bisa aku ulas," tulis Golloria.
Ia mengatakan industri kecantikan menjadi salah satu ruang yang paling mudah memperlihatkan dampak colorism karena pilihan shade dapat menunjukkan kelompok mana yang dianggap penting untuk diperhatikan. Golloria juga menegaskan bahwa dirinya tidak bisa menghapus colorism seorang diri.
"Jika suaraku cukup kuat untuk mengubah apa yang bersedia diterima dunia, maka aku berutang pada setiap perempuan berkulit gelap yang pernah mencari dirinya di ruang yang tidak pernah diajarkan untuk melihat mereka," tulisnya.
(kik/kik)