Lakers dijual seharga 12,5 miliar dolar AS kepada pengusaha AS
Jakarta (ANTARA) - Los Angeles Lakers dijual kepada pengusaha Amerika Serikat (AS) yakni Josh Kushner dan Bob Iger dengan nilai 12,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp200 triliun, sehingga menjadi rekor tertinggi untuk penjualan waralaba klub olahraga.
Laman ESPN, Rabu, melaporkan kesepakatan tersebut mengejutkan karena Kushner dan Iger justru tengah terlibat dalam proses pengembangan klub ekspansi di Las Vegas. Namun belakangan diketahui bahwa keduanya beralih mengajukan tawaran untuk membeli Lakers.
"Sebagai penggemar NBA seumur hidup, kami merasa sangat terhormat mendapat kesempatan menjadi pengelola Los Angeles Lakers, salah satu waralaba olahraga paling ikonik di dunia," kata Kushner dan Iger dalam pernyataan yang diterima ESPN.
Berdasarkan laporan tersebut, Kushner merupakan pendiri perusahaan modal ventura Thrive Capital dan pendiri Oscar Health. Sementara Iger merupakan mantan CEO The Walt Disney Company yang digantikan oleh Josh D'Amaro.
Mereka berkomitmen melanjutkan fondasi kepemimpinan Jerry dan Jeanie Buss, guna membawa Lakers bersaing di level tertinggi serta berkomitmen melayani tim, penggemar, dan Kota Los Angeles.
CEO sekaligus chairman TWG Global, Mark Walter, menjadi pemilik mayoritas Lakers sejak Oktober 2025, setelah membeli dari keluarga Buss dengan valuasi sekitar 10 miliar dolar AS. Namun setelah waktu singkat, Walter justru menjual Lakers kepada Josh Kushner dan Bob Iger dengan harga fantastis.
Sementara itu, sampai saat ini proses penjualan belum final atau selesai karena masih membutuhkan persetujuan Dewan Gubernur NBA. Proses persetujuan dapat berlangsung beberapa pekan, dengan rapat dewan berikutnya dijadwalkan bulan September di New York.
Baca juga: Boston Celtics perkenalkan Mitchell Robinson sebagai rekrutan terbaru
Baca juga: Wizards dan Davis tunda negosiasi kontrak hingga awal musim reguler
Penerjemah: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.