peezycoineth.vip

Lampung Berlakukan PJJ 2 Hari Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

2026-09-06 23:51

Dalam surat edaran tersebut, kepala satuan pendidikan dan guru tetap diminta menjalankan tugas dari sekolah. Sementara itu, proses pembelajaran siswa dilakukan secara daring dengan memanfaatkan berbagai platform digital.

Sekolah diminta memastikan kegiatan belajar tetap berlangsung efektif sehingga materi pelajaran tetap dapat diterima peserta didik meski tidak berada di ruang kelas.

Orang tua atau wali siswa juga diminta berperan aktif mendampingi serta mengawasi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

Dengan demikian, kebijakan tersebut bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Pemerintah hanya mengubah pola pembelajaran untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap siswa dan warga sekolah.

Thomas sebelumnya juga meminta sekolah membatasi aktivitas peserta didik di luar ruangan, khususnya apabila lingkungan sekolah terdampak abu vulkanik.

"Untuk sementara, kegiatan di luar kelas agar dihindari apabila kondisi lingkungan terdampak abu vulkanik. Kami juga mengimbau peserta didik untuk menggunakan alat pelindung diri, seperti masker, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan," jelasnya.

Menurut Thomas, kondisi Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau. Apabila terjadi perubahan situasi, pemerintah akan kembali menyesuaikan kebijakan kegiatan belajar mengajar.

"Kami juga terus memantau perkembangan ke depan. Apabila ada perkembangan yang mengharuskan dilakukan penyesuaian terhadap kegiatan belajar mengajar, tentu akan segera kami sampaikan," kata Thomas.

Selain mengalihkan KBM menjadi daring, pemerintah mengimbau siswa, guru dan orang tua mengurangi aktivitas di luar rumah selama masih terdapat potensi paparan abu vulkanik.

"Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah kami anjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Paparan abu dapat mengganggu saluran pernapasan serta memicu keluhan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata dan iritasi kulit," tegasnya.

Sekolah juga diminta memastikan lingkungan satuan pendidikan tetap dalam kondisi aman. Dinas Pendidikan bersama BPBD di masing-masing wilayah akan melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan sekolah.

Langkah tersebut dilakukan karena sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah mencapai wilayah yang cukup jauh dari pusat erupsi.

Badan Geologi menyebut abu vulkanik terpantau menyebar ke sejumlah wilayah, di antaranya Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung hingga Bengkulu.

Data tersebut merupakan hasil gabungan informasi PVMBG melalui MAGMA Indonesia, Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin serta analisis citra satelit Himawari-9 BMKG.