peezycoineth.vip

Langkah Modena Energy Serius Perluas Ekosistem Energi Terbar

2026-07-21 11:30

Selular.ID – Modena Energy terus memperkuat posisinya di pasar energi terbarukan Indonesia dengan memproduksi dan mengembangkan ekosistem energi mandiri bagi sektor rumah tangga hingga industri.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target pemerintah Indonesia menuju Net Zero Emission pada 2060 melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Sebagai bagian dari komitmen menuju energi bersih, Modena Energy hadir sebagai unit bisnis di bawah Modena Group yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan.

“Modena Energy menawarkan pendekatan menyeluruh, mulai dari pembiayaan, desain, instalasi, hingga pemeliharaan jangka panjang,” ujar Muhammad Agiya Fersya, Head of Modena Energy dalam Bincang Eksekutif Selular di Jakarta, (21/7/26).

Modena berencana memperluas cakupan produk berbasis energi bersih ini secara bertahap dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun ke depan.

Yang akan terintegrasi langsung dengan perangkat elektronik seperti pendingin ruangan (AC) dan sistem pendingin lainnya.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Strategi tersebut bertujuan menciptakan satu ekosistem yang terintegrasi secara utuh.

Penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) menjadi kunci utama bagi Modena dalam mengontrol dan mengoptimalkan konsumsi daya secara efisien.

Tantangan Implementasi dan Edukasi Pasar
Meski potensi energi surya di Indonesia sangat besar, proses adopsi teknologi ini masih menghadapi sejumlah tantangan.

Menurut Agiya, kendala utama di pasar domestik terletak pada persepsi masyarakat serta tarif listrik yang relatif masih terjangkau (affordable) dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya atau wilayah Eropa yang mengadopsi transisi energi lebih cepat.

Selain masalah tarif, investasi awal yang terkesan tinggi dan tingkat pemahaman masyarakat mengenai cara kerja serta efisiensi teknologi surya yang belum merata juga menjadi penghambat.

“Teknologi PLTS sebetulnya sudah sangat matang (mature), tetapi edukasi mengenai manfaat jangka panjang dalam menekan biaya operasional listrik masih perlu terus ditingkatkan secara konsisten,”ujar Muhammad Agiya Fersya, dalam Bincang Eksekutif di Jakarta, (21/7/26).

Peluang Sektor B2C dan Solusi Sektor Industri
Sebagai merek yang kuat di sektor konsumen (Business-to-Consumer atau B2C), Modena tidak hanya menyasar segmen hunian.

Perusahaan juga menangkap peluang besar di sektor industri dan komersial yang memiliki tingkat permintaan daya (demand) jauh lebih tinggi.

Untuk mempercepat adopsi teknologi ini di kawasan perumahan, Modena menjalin kerja sama dengan pengembang properti (developer) guna menghadirkan skema pembayaran berupa instalasi awal yang fleksibel serta opsi cicilan yang terjangkau.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban biaya operasional (OpEx) para penghuni rumah sejak awal.

Sementara di sektor industri dan bisnis, Modena menawarkan skema investasi yang kompetitif untuk membantu pelaku usaha menekan biaya listrik jangka panjang.

Melalui integrasi antara perangkat keras yang mumpuni, teknologi IoT, dan sumber daya energi surya, Modena Energy optimistis dapat mendorong percepatan transisi energi hijau di Indonesia secara berkelanjutan.