Lapas Muara Bulian perkuat pembinaan kemandirian bagi warga binaan - ANTARA News Jambi
Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Bulian terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar bersama Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bulian, M. Ilham Santoso Sahdani melaunching fasilitas penggilingan padi sekaligus budidaya lobster air tawar.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar, Sabtu, mengatakan kedua program tersebut merupakan bagian dari pengembangan komoditas yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung program pembinaan warga binaan.
"Ini juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar sekaligus membangun ekosistem perekonomian yang ada di sekitar Lapas Muara Bulian,”katanya.
Melalui fasilitas penggilingan padi, Lapas Muara Bulian mulai menyerap gabah dari masyarakat sekitar untuk kemudian diolah menjadi beras.
Sebelum memiliki fasilitas penggilingan sendiri, proses pengolahan gabah dilakukan di luar lapas melalui pihak tertentu. Dengan adanya penggilingan padi tersebut, proses pengolahan diharapkan lebih efisien dan hasilnya dapat disalurkan kepada masyarakat maupun pihak yang membutuhkan.
Sementara itu, selain penggilingan padi tersebut pihak lapas Muara Bulian juga pengembangan budidaya lobster air tawar, Lapas Muara Bulian melakukan penanaman sekitar 200 benih.
Untuk benih lobster tersebut ditargetkan dapat dikembangkan hingga masa panen sekitar delapan bulan.
“ada sebanyak 200 benih lobster dan di usia satu bulan, mudah-mudahan dalam kurun waktu delapan bulan nantinya kita sudah bisa memanen bersama-sama,” katanya.
Untuk itu, Ia berharap berbagai komoditas yang dikembangkan di Lapas Muara Bulian dapat memiliki nilai ekonomis sekaligus membangun rantai pasok pangan dan perekonomian di sekitar lapas.
Selain penggilingan padi dan budidaya lobster air tawar, Lapas Muara Bulian juga mengembangkan sejumlah komoditas lainnya, seperti cabai dan sayuran.
Dari pengembangan usaha tersebut juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
Keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
“Pemasyarakatan itu bukan hanya bicara masalah dia dikurung dan ditahan, tapi bagaimana kita bisa memberikan fasilitas dan program-program yang tentunya ini akan menjadi bekal bagi warga binaan,” ujarnya.
Sejalan dengan upaya reintegrasi sosial, yakni mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang dimiliki serta mampu memberikan kontribusi positif.
Dengan demikian, kata dia, keberadaan Lapas Muara Bulian diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembinaan warga binaan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan komoditas pangan dan usaha produktif.
Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.