peezycoineth.vip

Legislator dorong penguatan promosi kesehatan untuk pencegahan - ANTARA News Jawa Timur

2026-07-21 10:28
Edukasi mengenai pola makan sehat, konsumsi gula dan garam, serta gaya hidup sehat perlu lebih sering disampaikan melalui berbagai media agar masyarakat semakin sadar pentingnya pencegahan penyakit.

Surabaya (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Jairi Irawan, mendorong Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur meningkatkan alokasi anggaran untuk program promosi kesehatan guna memperkuat upaya pencegahan penyakit di masyarakat.

"Edukasi mengenai pola makan sehat, konsumsi gula dan garam, serta gaya hidup sehat perlu lebih sering disampaikan melalui berbagai media agar masyarakat semakin sadar pentingnya pencegahan penyakit," kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur itu di Surabaya, Selasa.

Menurutnya, edukasi mengenai pola hidup sehat perlu diperluas melalui berbagai media agar masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, sehingga tidak bergantung pada layanan pengobatan ketika penyakit sudah berkembang.

Ia menilai sistem pelayanan kesehatan saat ini masih didominasi pendekatan kuratif atau pengobatan. 

Kondisi tersebut menyebabkan tingginya jumlah masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dan berdampak pada meningkatnya beban pembiayaan kesehatan.

Menurut Jairi, penguatan promosi kesehatan harus menjadi prioritas agar masyarakat terdorong menerapkan pola hidup sehat sekaligus melakukan deteksi dini melalui program pemeriksaan kesehatan gratis.

"Kalau masyarakat terbiasa hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatannya, penyakit bisa diketahui lebih awal sehingga penanganannya lebih efektif," ujarnya.

Jairi juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit tidak menular, termasuk gangguan ginjal yang kini mulai ditemukan pada usia muda. 

Fenomena tersebut, kata dia, menjadi peringatan bahwa perubahan pola hidup sehat harus segera diperkuat.

Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah memperbanyak kampanye kesehatan melalui media luar ruang maupun media informasi lainnya. 

Materi edukasi dapat berupa batas konsumsi gula, garam, dan lemak harian, serta pentingnya menjaga pola makan dan aktivitas fisik.

Selain itu, ia membuka peluang kolaborasi dengan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung kampanye hidup sehat di berbagai daerah.

Jairi menegaskan, penguatan aspek promotif dan preventif merupakan langkah strategis untuk menekan tingginya biaya pelayanan kesehatan. 

Dengan berkurangnya angka penyakit yang memerlukan pengobatan intensif, beban pembiayaan BPJS Kesehatan maupun anggaran kesehatan pemerintah daerah dan pemerintah pusat diharapkan dapat lebih terkendali.

"Harapannya, jika promosi kesehatan dan upaya preventif berjalan optimal, kebutuhan layanan kuratif dapat ditekan sehingga beban APBN maupun APBD dalam pembiayaan kesehatan juga menjadi lebih ringan," katanya.

Pewarta: Faizal Falakki
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.