Lewat penguatan organisasi, Pemkot Ambon perkuat pembinaan pencak silat bidik prestasi PON 2028 - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, memperkuat pembinaan olahraga pencak silat sebagai upaya meningkatkan prestasi atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 melalui penguatan organisasi, pembinaan usia dini, dan program latihan yang berkelanjutan.
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena yang juga Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Ambon di Ambon, Sabtu, mengatakan pelantikan dan rapat kerja Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Ambon masa bakti 2026-2030 menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet secara terstruktur.
"Pengurus yang baru harus segera melakukan konsolidasi organisasi serta menyusun program pembinaan yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan, agar prestasi pencak silat Kota Ambon terus meningkat, hingga mampu bersaing pada level nasional, termasuk menatap PON 2028," kata Bodewin dalam pelantikan Pengurus IPSI Kota Ambon di Ambon, Sabtu.
IPSI sebagai induk organisasi pencak silat, kata dia, memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan budi pekerti sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.
Menurut dia, dalam waktu dekat IPSI Kota Ambon akan menghadapi sejumlah agenda penting, mulai dari Kejurkot hingga Pekan Olahraga Maluku (Popmal) pada Januari 2027.
Bodewin berharap seluruh perguruan pencak silat di Kota Ambon dapat mengesampingkan ego sektoral dan bersatu di bawah IPSI untuk melahirkan pesilat-pesilat berprestasi.
"Fokuskan perhatian pada pembinaan usia dini dan manfaatkan seluruh potensi perguruan silat yang ada di Kota Ambon. Mari bersatu untuk melahirkan atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional, nasional, hingga internasional," ujarnya.
Ia mengungkapkan IPSI Kota Ambon memiliki modal prestasi yang baik setelah berhasil menjadi juara umum pada Pekan Olahraga Maluku 2022 dengan meraih delapan medali emas dari 14 nomor pertandingan.
Selain itu atlet pencak silat Kota Ambon juga turut menyumbangkan dua medali perunggu bagi kontingen Maluku pada cabang olahraga pencak silat dalam PON Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, pada 2025.
"Prestasi ini adalah hasil kerja keras pengurus, pelatih, dan atlet. Tugas kita sekarang adalah mempertahankan, sekaligus meningkatkannya agar target yang lebih besar dapat dicapai," katanya.
Sementara itu Ketua IPSI Kota Ambon masa bakti 2026-2030 Fenly Masawoy mengatakan kepengurusan yang baru akan diarahkan untuk mewujudkan organisasi pencak silat yang maju, profesional, dan berprestasi.
Menurut dia, salah satu fokus utama adalah memperkuat sistem pembinaan atlet secara berjenjang dan berkesinambungan melalui sinergi dengan Pengurus Provinsi IPSI Maluku.
"Kami juga akan mendorong digitalisasi sistem penilaian pertandingan agar penyelenggaraan kompetisi semakin transparan, objektif, dan mengikuti perkembangan teknologi. Bersama seluruh perguruan, kami ingin membangun pembinaan atlet yang berkelanjutan untuk melahirkan pesilat-pesilat berprestasi menuju PON 2028," kata Fenly.
Ia menambahkan IPSI Kota Ambon akan memperkuat koordinasi dengan KONI Kota Ambon, pemerintah daerah, pelatih, dan seluruh perguruan pencak silat, guna menciptakan ekosistem pembinaan yang mampu menghasilkan atlet berprestasi secara berkesinambungan.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.