LLDIKTI XI dorong kampus di Kalimantan integrasikan AI, perkuat daya saing lulusan - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarmasin (ANTARA) - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, mendorong perguruan tinggi di Kalimantan tidak hanya sekadar mengikuti perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), tetapi mulai menjadikannya bagian dari strategi pembelajaran dan pengembangan lulusan.
Pada keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Rabu, Pesan itu mengemuka dalam Google AI Learning Lab – Higher Education yang digelar di Pontianak.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (11/8) tersebut diikuti 86 peserta dari 36 perguruan tinggi di Kalimantan Barat dan menghadirkan praktisi Google for Education serta akademisi untuk membahas pemanfaatan AI dalam pendidikan tinggi.
“Kecepatan untuk mengejar ketinggalan kami dengan kampus-kampus di Jawa tentunya menjadi tantangan yang terberat bagi kami di Kalimantan. Karena itu kita lakukan strategi untuk mempercepat perubahan,” kata Muhammad Akbar.
Menurut dia, teknologi digital membuka peluang bagi mahasiswa di Kalimantan untuk memperoleh akses terhadap pembelajaran dan pengetahuan yang lebih luas tanpa selalu harus meninggalkan daerah asal. “Dengan teknologi informasi yang semakin maju, tinggal di Pontianak bisa kuliah di mana-mana.”
Muhammad Akbar menilai perkembangan AI menjadi momentum bagi perguruan tinggi di Kalimantan untuk memperkuat daya saing lulusan. Perguruan tinggi, kata dia, harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya siap menghadapi kebutuhan daerah, tetapi juga mampu berkompetisi di tingkat global.
“Kita harus memperkuat daya saing kita, bahwa Kalimantan bisa menjadi pusat pertumbuhan untuk kepentingan tanah air kita.”
AI Mengubah Cara Belajar
Dalam kegiatan tersebut, Pandu Nugroho, Program Manager Google for Education, menyampaikan keynote bertajuk “AI in Education”. Ia memaparkan perkembangan AI dan perannya dalam mentransformasi pendidikan, termasuk peluang pemanfaatannya untuk meningkatkan efisiensi dan hasil pembelajaran.
Baca juga: Kemenkum Kalsel bersama LLDIKTI XI matangkan Program Sentra KI
Pandu menempatkan perkembangan AI sebagai bagian dari perubahan cara belajar dan bekerja di lingkungan pendidikan. Bagi perguruan tinggi, perkembangan tersebut menuntut kesiapan dosen dan mahasiswa untuk memahami sekaligus memanfaatkan AI secara tepat dalam proses akademik.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan Product Workshop yang disampaikan Ahmad Fikri Dzulfikar, Google for Education Digital Transformation and Community Manager. Peserta mendapatkan kesempatan melihat demonstrasi produk, studi kasus, hingga praktik langsung pemanfaatan teknologi dan sistem manajemen pembelajaran.
Sementara itu, perspektif praktik di perguruan tinggi dihadirkan melalui sesi University Spotlight and Demo Salam oleh Urai Salam, M.Call., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Universitas Tanjungpura.
Mengangkat tema “Reinventing Pedagogi di Era Digital: Praktik Baik Integrasi AI dalam Perkuliahan dan Pengembangan Kurikulum FKIP Untan”, Urai Salam menunjukkan bagaimana AI dapat diintegrasikan dalam proses perkuliahan dan pengembangan kurikulum untuk membuat pembelajaran lebih efektif dan efisien.
Bukan Sekadar Menggunakan Teknologi
Muhammad Akbar menegaskan, transformasi digital di perguruan tinggi tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat dan aplikasi. Yang lebih penting adalah kemampuan sivitas akademika menggunakan teknologi untuk menjawab persoalan nyata dan menciptakan nilai tambah.
Hal tersebut menjadi semakin penting bagi Kalimantan yang memiliki karakteristik geografis luas sekaligus tengah mengalami percepatan pembangunan, termasuk dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Muhammad Akbar, perguruan tinggi di Kalimantan memiliki peluang besar untuk terlibat dalam berbagai agenda pembangunan melalui riset, inovasi, pengembangan teknologi, serta penyediaan sumber daya manusia. “Menggunakan teknologi informasi ini, kecerdasan artifisial ini, maka semua orang ke depan akan tergabung dalam keluarga dunia.”
Karena itu, integrasi AI di pendidikan tinggi perlu diarahkan untuk membangun lulusan yang adaptif, kritis, kreatif, dan memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan, bukan sekadar mampu menggunakan perangkat AI.
Kegiatan Google AI Learning Lab – Higher Education menjadi salah satu ruang bagi perguruan tinggi di Kalimantan Barat untuk melihat langsung perkembangan teknologi dan mendiskusikan penerapannya dalam konteks pendidikan tinggi.
Bagi LLDIKTI Wilayah XI, transformasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi Kalimantan yang semakin terhubung dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Tujuannya bukan sekadar agar kampus di Kalimantan mengikuti perkembangan AI, tetapi memastikan AI menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih terbuka, relevan, dan mampu melahirkan lulusan yang berdaya saing global.
Pewarta: Latif Thohir
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.