Lomba Inovasi Daerah Gumas wadah tumbuhkan budaya berpikir kreatif
Lomba Inovasi Daerah Gumas wadah tumbuhkan budaya berpikir kreatif
Kamis, 23 Juli 2026 21:44 WIB
Sekda Gumas Richard saat membuka lomba inovasi daerah tingkat kabupaten di Kuala Kurun, Kamis (23/7/2026). ANTARA/HO-Diskominfosantik Gumas
Kuala Kurun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Lomba Inovasi Daerah yang dipusatkan di Kuala Kurun.
"Lomba ini merupakan wadah menumbuhkan budaya berpikir kreatif, kolaboratif, dan adaptif bagi aparatur," ucap Bupati Jaya S Monong melalui Sekretaris Daerah Richard saat membuka kegiatan, Kamis.
Tantangan pemerintahan pada 2026 semakin kompleks, sehingga cara-cara lama yang monoton tidak lagi memadai untuk menyelesaikan berbagai persoalan baru di tengah masyarakat yang terus berkembang pesat setiap tahunnya.
Ia menyebut inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan telah menjadi kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan serta instrumen penting memperkuat kemampuan mengidentifikasi dan memitigasi berbagai risiko pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Keberanian berinovasi harus disertai kemampuan mengidentifikasi potensi risiko, menganalisis dampaknya, menyusun langkah mitigasi, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan agar hasilnya optimal bagi seluruh perangkat daerah terkait.
Ia mengajak seluruh perangkat daerah membangun budaya inovasi yang kolaboratif, berbasis data, berorientasi hasil, dan senantiasa mempertimbangkan aspek manajemen risiko dalam setiap tahapan perencanaan maupun pelaksanaan program.
Baca juga: Bupati Gumas Kunjungi SLB di momen peringatan Hari Anak Nasional
Lebih lanjut, ia mengingatkan kembali komitmen satu perangkat daerah menghasilkan satu inovasi, seperti yang telah ditandatangani seluruh kepala perangkat daerah di lingkup Pemkab Gumas sejak beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Bapperida Gumas, baru 13 dari 39 Perangkat Daerah yang berperan aktif meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah, sehingga capaian ini dinilai masih jauh dari target ideal.
Oleh sebab itu, ia kembali menegaskan agar seluruh Perangkat Daerah wajib mengirimkan minimal satu inovasi setiap tahunnya, bukan hanya berupa ide, melainkan inovasi yang benar-benar dapat diterapkan mendukung pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Bapperida Yantrio Aulia, dalam laporan yang dibacakan Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Vina Valentina Pasaribu menyebut, penilaian lomba dibagi dua kategori yakni ide inovasi dan penerapan inovasi.
Adapun dewan juri yang menilai lomba tahun ini yakni Stepanus dari BPSDM Kalteng, Dr. Eng. Indrawan P. Kamis dari Universitas Palangka Raya, dan Betri Susilawati dari Setda Kalteng.
"Kegiatan ini diharap dapat meningkatkan kinerja pemerintah daerah dengan menjaring ide-ide baru guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus sebagai persiapan menghadapi penilaian Innovative Government Award," demikian Yantrio.
Baca juga: Lantik 145 pejabat, Bupati Gumas minta loyal dalam bekerja
Baca juga: Bupati kukuhkan pengurus Genre Gumas periode 2025--2027
Baca juga: Bupati Gumas pastikan kesiapan sarpras dan personel hadapi karhutla
Pewarta : Chandra
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.