Lulusan S2 Tinggalkan Kerja Korporat, Pilih Panen Paprika hingga Raup Rp7 M!
Jakarta -
Magister bidang bisnis ini memilih untuk melepaskan pekerjaan korporatnya demi menjadi petani cabe dan paprika. Namun, siapa sangka pilihan tersebut justru mendatangkan keuntungan tak terduga!
Beberapa orang punya mimpi setelah lulus S2 ingin bekerja di perusahaan-perusahaan besar. Namun, tidak semua orang punya mimpi seperti ini. Ada juga yang sudah lulus S2 dan bekerja di perusahaan, tetapi memilih banting setir menjadi seorang petani.
Hal inilah yang dilakukan seorang wanita di India, lulusan MBA (Magister Administrasi Bisnis) dari Tata Institute of Social Sciences. Wanita bernama Vaman memilih terjun ke dunia pertanian setelah magang di perusahaan pengolahan makanan. Selama masa magangnya, ia menyadari jika usaha pertanian adalah panggilan hidupnya, lapor food.ndtv.com (20/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vaman berasal dari keluarga petani di Junnar, Maharashtra, India. Selama magang di perusahaan besar, ia menyadari potensi pertanian berteknologi tinggi. Vaman lalu mulai membudidayakan sayuran capsicum di rumah kaca dalam lahan seluas satu hektar pada tahun 2020.
Budidaya rumah kacanya melibatkan pemeliharaan lingkungan terkontrol untuk tanaman dengan mengatur suhu, kelembapan, dan faktor lainnya. Teknik ini juga memungkinkan sitem praktek pertanian sepanjang tahun untuk tanaman tertentu.
Vaman memilih untuk menjadi petani paprika dan cabai daripada kerja korporat. Foto: Instagram/@30 Stades, Unsplash
Pengusaha wanita ini memutuskan fokus pada budidaya rumah kaca karena ia percaya, teknik tersebut satu-satunya solusi untuk mendapat penghasilan yang baik secara konsisten di era perubahan iklim.
Setelah mempertimbangkan sayuran, seperti brokoli dan selada, Vaman akhirnya memutuskan untuk menanam capsicum saja yang mencakup berbagai jenis cabai dan paprika di lahannya. Salah satu faktor yang membantunya memutuskan untuk menanam sayuran ini karena tingginya permintaan oleh restoran dan hotel sepanjang tahun.
Vaman lalu mulai membudidayakan lahan capsicum miliknya pada Maret 2020, tepat sebelum lockdown. Ia mulai dengan menginvestasikan Rs 20 lakh (Rp373 juta) dari dana pribadinya untuk membangun sistem irigasi, membeli benih, dan lain-lain. Lalu pemerintahan memberinya subsidi untuk mulai ide bisnis tersebut.
Sayangnya, saat waktu panen tiba, terjadi 'lockdown' karena Covid-19. Sebagai pendatang baru di bisnis ini, Vaman tidak mengenal pembeli sayuran grosir. Akhirnya ia berusaha keras dan menemukan seorang yang bersedia membeli sayurannya.
Panen pertamanya menghasilkan 40 ton capsicum. Vaman melaporkan omzet tahun pertamanya sebesar Rs 32 lakh (Rp597 juta). Namun, saat ini bisnis pertaniannya semakin berkembang. Omzet yang diterima oleh petani ini juga jauh lebih besar, sekitar Rs 4 crore (Rp7,4 M) dengan keuntungan bersih sebanyak Rs 2,25 crore (Rp4,1 M).
Vaman kini menjual hasil panennya langsung ke pedagang grosir sayuran di daerah Nasik, Dadar, Jaipur, dan tempat lainnya.
(aqr/adr)