Mahjong Cafe Jadi Alternatif Nongkrong Baru di PIK
Dua lokasi yang menawarkan pengalaman tersebut yakni Pong Mahjong Parlor di Pantjoran PIK dan Ou Gu Ri di Golf Island PIK.
Pong Mahjong Parlor menyediakan permainan mahjong untuk berbagai level, termasuk pemula.
Pengunjung yang belum memahami aturan permainan dapat dibantu Game Master yang mendampingi selama sesi berlangsung.
Sementara itu, Ou Gu Ri menghadirkan fasilitas mahjong di dalam area restoran. Tempat tersebut menyediakan lima meja mahjong dengan sistem otomatis.
Tarif penggunaan meja mencapai Rp100 ribu per jam. Jika digunakan empat orang, biaya bermain setara sekitar Rp25 ribu per orang.
Salah satu pengunjung, Kevin Santoso, mengaku tertarik mencoba karena konsep mahjong cafe membuat aktivitas nongkrong terasa lebih interaktif.
“Biasanya kalau nongkrong paling makan dan ngobrol. Di sini jadi ada aktivitas bareng, jadi lebih seru dan enggak terasa waktunya,” kata Kevin, Minggu (16/8/2026).
Ou Gu Ri juga menawarkan konsep beginner friendly. Staf membantu menjelaskan aturan dasar permainan bagi pengunjung yang baru pertama kali mencoba.
Baca Juga: Kapolri Harus Tindak Oknum Polisi yang Jadi Bekingan Tambang Ilegal
Pengunjung lainnya, Michelle Liau, mengaku awalnya belum memahami cara bermain mahjong.
“Saya baru pertama kali main. Awalnya bingung, tapi setelah diajarin staf beberapa ronde mulai ngerti. Jadi ternyata enggak sesulit yang dibayangkan,” terang Michelle.
Meja yang digunakan di Ou Gu Ri sudah menggunakan sistem otomatis. Setelah satu ronde selesai, tile dapat dimasukkan kembali ke dalam mekanisme meja dan tersusun otomatis untuk permainan berikutnya.
Fitur tersebut membuat permainan lebih praktis karena pemain tidak perlu menyusun ulang tile secara manual.
Ou Gu Ri juga menerapkan aturan “No Gambling, Just Gaming” sebagai penegasan jika aktivitas mahjong di tempat tersebut hanya untuk permainan dan hiburan.
Sementara Pong Mahjong Parlor lebih menonjolkan konsep mahjong sebagai aktivitas komunitas, tempat berkumpul, dan ruang interaksi antar pemain.
Kehadiran dua tempat tersebut menambah variasi aktivitas rekreasi di kawasan PIK.
Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati kuliner, tetapi juga dapat mencoba aktivitas sosial yang melibatkan strategi dan interaksi langsung.
Bagi Kevin, konsep tersebut cocok untuk kelompok teman yang ingin mencari kegiatan berbeda.
“Kalau datang berempat, menurut saya cukup worth it. Bisa main, ngobrol, dan makan dalam satu tempat,” tambah Kevin.
Baca Juga: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo