Makan Siang Bersama Putin, Prabowo Komitmen Tingkatkan Kerja Sama dengan Rusia
Putri Dinda Permata Sari
| 3 September 2026, 13:21 WIB

Presiden Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap siang yang digelar Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela penyelenggaraan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. - Youtube Sekretariat Presiden
AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menyebut keikutsertaannya dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kerja sama dan konektivitas di kawasan.
"Sekali lagi kami merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Timur ke-11. Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan kita," kata Prabowo, saat menghadiri jamuan santap siang bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyoroti hubungan bilateral Indonesia dan Rusia yang telah terjalin selama lebih dari lima dasawarsa. Dia menegaskan, Rusia merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia.
Baca Juga: EEF ke-11 Jadi Jembatan Perkuat Kerja Sama dan Konektivitas Indonesia-Rusia
Hubungan kedua negara kini telah meningkat menjadi kemitraan strategis. Indonesia pun berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan Rusia di berbagai bidang yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
"Indonesia terus berupaya untuk terus meningkatkan kerja sama di segala bidang demi mencapai keuntungan bagi kedua negara kita," tutur Prabowo.
Sementara itu, Presiden Putin menyampaikan apresiasi atas kesediaan Prabowo berkunjung ke Vladivostok sekaligus menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan.
Baca Juga: Makan Siang Bersama Prabowo, Putin: Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik
"Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun," ujar Putin.
Putin juga menyebut hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia terus mengalami perkembangan. Salah satunya terlihat dari volume perdagangan kedua negara yang meningkat 12 persen pada tahun lalu.
Selain perdagangan, Putin menyebut kerja sama bilateral juga berkembang di sejumlah sektor, termasuk pertanian, teknologi, serta energi, khususnya bidang nuklir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S



