Malaysia ingin Srikandi Merdeka Cup berlanjut
Kudus (ANTARA) - Pelatih Timnas Putri U-16 Malaysia Fairuz Montana berharap turnamen Srikandi Merdeka Cup di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali digelar pada tahun-tahun mendatang.
"Turnamen yang diikuti tim nasional dari tujuh negara ini, memiliki kualitas penyelenggaraan yang sangat baik dan dinilai menyerupai kejuaraan dunia atau World Cup. Semoga dalam jangka dua tahun mendatang akan digelar kembali," kata Fairuz dalam konferensi pers di Supercaffe Supersoccer Arena Kudus, Jumat.
"Kami juga berharap tim Malaysia kembali diundang. Jangan lupakan kami di sini. Saya memang salut dengan penyelenggaraan turnamen ini, terutama terhadap organizer dan PSSI.
Dia menilai penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup sangat rapi, bagus, dan terpadu.
"Kalau saya beri nilai, mungkin 200. Semuanya bagus. Seperti World Cup lah, bus ada, semua ada nama. Saya rasa turnamen ini bagus, bagus untuk persiapan semua tim. Sehingga diharapkan tidak hanya digelar tahun ini saja," kata dia.
Fairuz kemudian menyoroti kekalahan 1-2 Malaysia dari Thailand pada semifinal ketika Malaysia harus bermain dengan 10 pemain setelah seorang pemainnya mendapat kartu merah.
"Kami perlu memperbaiki dan kita akan tengok video balik bagaimana mereka membuat terjangan, tekel. Di situ nanti kita akan revisi balik apa yang patut kita monitor untuk pemain, terutama dua pemain yang mendapatkan kartu merah sepanjang kompetisi ini," kata Fairuz.
Baca juga: Thailand ke final Srikandi Merdeka Cup
Dia menegaskan keputusan wasit merupakan keputusan final yang harus diterima secara profesional.
Malaysia, kata dia, pihaknya tidak ingin mempermasalahkan keputusan pengadil lapangan dalam pertandingan itu.
Fairuz tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang memberikan perlawanan meski bermain dengan 10 pemain.
"Tapi mungkin belum rezeki anak-anak saya kali ini. Tapi tak apa, ini pengalaman yang bagus. Kita pun bertemu dengan pasukan yang dikatakan favorit," ujarnya.
Fairuz berharap kekalahan tersebut tidak membuat para pemainnya frustrasi karena mayoritas pemain Malaysia masih berusia 14-15 tahun.
"Tugas saya sekarang adalah balik menaikkan semangat mereka. Pemain-pemain saya masih muda dan saya tidak mau mereka menganggap kejadian ini sebagai sesuatu yang negatif. Ini adalah pengalaman bagi mereka," katanya.
Baca juga: Malaysia harap bersua Indonesia di final Srikandi Merdeka Cup
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.