peezycoineth.vip

Mandiri Taspen dan PT Petrokimia Gresik perkuat sinergi bisnis dan purnabakti

2026-08-20 11:48

Mandiri Taspen dan PT Petrokimia Gresik perkuat sinergi bisnis dan purnabakti

Kamis, 20 Agustus 2026 18:48 WIB

Image Print

PT Bank Mandiri Taspen dan PT Petrokimia Gresik (Persero) memperkuat sinergi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mencakup layanan perbankan, pengembangan ekosistem bisnis, serta peningkatan sumber daya manusia (SDM). (ANTARA/HO-Bank Mandiri Taspen)

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri Taspen dan PT Petrokimia Gresik (Persero) memperkuat sinergi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mencakup layanan perbankan, pengembangan ekosistem bisnis, serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) hingga mereka yang memasuki masa purnabakti.

Direktur Transformasi dan Pengembangan Usaha Bank Mandiri Taspen Noer Fajrieansyah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, mengatakan kerja sama tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan layanan perbankan Petrokimia Gresik sekaligus membangun ekosistem yang memberikan manfaat bagi karyawan, purnabakti, pelaku usaha, dan masyarakat.

Salah satu fokus kerja sama itu adalah pendampingan bagi karyawan yang akan memasuki masa pensiun atau purnabakti.

“Yang harus dibentuk adalah sebuah ekosistem. Bank Mandiri Taspen fokus pada Pensiunan dan Senior Citizen ekosistem, baik yang memasuki masa pensiun lima, 10 maupun 20 tahun ke depan,” ujar Noer.

Di samping itu, peluang yang juga dijajaki adalah pengembangan usaha dan kegiatan sosial yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi.

Salah satunya terkait pengembangan sektor pertanian dan ekosistem usaha, termasuk melalui kios nonsubsidi serta kegiatan komersial yang melibatkan pelaku usaha, ekosistem senior citizen dan masyarakat.

Contohnya, melalui pengembangan paket usaha bagi distributor dan peritel serta skema usaha yang dapat memperkuat rantai pasok agroindustri.

Selain sektor bisnis, kedua perusahaan membuka peluang kolaborasi dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Program tersebut diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus keberlanjutan lingkungan.

Adityo berharap kerja sama tersebut segera diwujudkan melalui program yang terukur dan dapat diimplementasikan.

“Kerja sama ini kami harapkan tidak berhenti pada kebutuhan perbankan dan persiapan purnatugas, tetapi berkembang menjadi pembangunan ekosistem bisnis yang luas dan memberikan manfaat nyata bagi kedua perusahaan maupun masyarakat,” ujar dia.

Sementara itu, PT Bank Mandiri Taspen bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan model ekonomi sirkular bagi pensiunan melalui fasilitas budidaya unggas terpadu dan pengelolaan sampah organik menggunakan magot black soldier fly (BSF) di Bandung Barat, Jawa Barat.

Program tanggung jawab sosial perusahaan tersebut memadukan pengelolaan sampah organik, budidaya magot dan unggas, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pensiunan.

“Para pensiunan bisa mengisi hari-hari mereka bersama dengan warga agar sampah organik menjadi sumber makanan bagi magot, dan magot bisa dimakan oleh ayam, lalu ayamnya bertelur,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Panji, fasilitas tersebut akan dievaluasi sebagai model percontohan sebelum direplikasi di daerah lain. Bank Mandiri Taspen juga menyatakan siap memberikan dukungan pembiayaan bagi pensiunan yang ingin mengembangkan usaha budidaya unggas dan magot.

“Jika ini berhasil, bisa disebarluaskan ke mana-mana. Kita mau lihat modelnya, kita mau lihat use case-nya. Ini bisa menjadi salah satu sumber kegiatan bagi para senior citizens (lansia),” ujarnya.

Panji menyebut sekitar 12 persen penduduk Indonesia merupakan lansia, sedangkan jumlah pensiunan yang menjadi nasabah Bank Mandiri Taspen mencapai sekitar 670 ribu orang di seluruh Indonesia.

Ia mengatakan pengembangan ekonomi sirkular membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dalam program itu, ITB memberikan dukungan teknologi dan inovasi, masyarakat menjadi pelaksana, sedangkan Bank Mandiri Taspen memberikan dukungan dari sisi perbankan.

Sebagai gambaran, Panji menyebut perseroan telah memberikan pembiayaan sekitar Rp45 juta kepada pensiunan untuk membuka usaha laundry kiloan.

Menurut dia, kebutuhan pembiayaan fasilitas budidaya unggas dan magot dapat berada pada kisaran tersebut, bahkan lebih rendah.

Penggagas fasilitas pengolahan magot dari ITB Linus Ampang Pasasa mengatakan teknologi tersebut dapat mengurai sampah organik dalam waktu sekitar dua hari dengan metode sederhana dan konvensional.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mandiri Taspen-Petrokimia Gresik perkuat sinergi bisnis dan purnabakti

Pewarta : Imamatul Silfia
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.