Mataram segera menghadirkan layanan hotline untuk penanganan sampah
Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera menghadirkan layanan hotline untuk mempercepat penanganan sampah dan mempermudah pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga.
Layanan terpadu tersebut disiapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram untuk mendukung efektivitas program tempah dedoro, yakni fasilitas pengolahan sampah organik berbasis masyarakat di tingkat rumah tangga.
Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Rabu, mengatakan untuk memasifkan program tempah dedoro di Mataram, Pemerintah Kota Mataram melalui DLH akan menyiapkan layanan tersebut.
Misalnya, ketika tempah dedoro milik warga penuh atau ada sampah yang tidak terurai dengan baik, masyarakat bisa menghubungi layanan tersebut dan petugas dari DLH akan datang melakukan penanganan.
Begitu juga, ketika hasil kompos dari tempah dedoro tidak dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk bercocok tanam, DLH siap membantu pengangkutan dan didistribusikan untuk memupuk tanaman di ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Kota Mataram.
"Layanan itu, sebagai komitmen kuat kami untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dengan memilah dan mengolah sampah dari sumber atau mulai dari tingkat rumah tangga," katanya.
Kepala DLH Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi sebelumnya mengatakan, sistem pengolahan sampah organik dengan tempah dedoro dinilai efektif karena dapat mengurai sampah dari 1 ton menjadi kompos sekitar tiga karung, satu karung berisi sekitar 25 kilogram.
Apabila program tersebut dilakukan secara masif tahun 2026, katanya, maka 2027 volume sampah di Kota Mataram yang dibuang ke TPA akan turun drastis hingga 60 persen.
Denny menambahkan, sistem pengolahan sampah dimaksud dibuat dengan menggunakan buis beton dan penutup serta diberi lubang untuk membuang sampah organik. Melalui wadah tersebut, masyarakat bisa mengolah sampah organik secara mandiri di rumah atau lingkungan masing-masing.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026