peezycoineth.vip

Mau Pangkas BB, Haruskah Peduli Jam Makan? Ini Penjelasan Dokter Gizi

2026-09-22 11:30

Jakarta -

Waktu makan sering menjadi kekhawatiran saat sedang diet menurunkan berat badan. Makan malam bahkan kerap dihindari karena dianggap bisa membuat berat badan naik.

Lantas, apakah sedang diet memang harus berhenti makan pada jam tertentu? Atau, benarkah makan malam bisa menggagalkan usaha menurunkan berat badan?

Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengatakan bahwa waktu makan bukan faktor utama yang menentukan keberhasilan diet. Hal yang paling penting adalah memastikan asupan kalori harian tubuh tetap berada dalam kondisi defisit kalori.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mau makan jam berapa aja boleh makan, asalkan defisit kalori itu benar," kata dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (10/9/2026).

Defisit kalori terjadi ketika jumlah energi yang masuk dari makanan dan minuman lebih rendah dibandingkan energi yang digunakan tubuh.

Karena itu, makan malam tidak serta-merta membuat berat badan naik. Selama total asupan kalori dalam sehari masih lebih rendah daripada kebutuhan tubuh, penurunan berat badan tetap dapat terjadi.

"Mau makan malam sekalipun, kalau memang sudah termasuk defisit kalori, nggak ada masalah," jelasnya.

Sebaliknya, melewatkan makan malam juga tidak otomatis membuat berat badan turun. Jika jumlah kalori yang dikonsumsi sepanjang hari ternyata melebihi kebutuhan tubuh, berat badan tetap berpotensi bertambah.

Karena itu, diet tidak perlu berfokus pada jam berapa makanan dikonsumsi. Pilihan dan porsi makanan yang seharusnya lebih perlu diperhatikan.

Makan malam dengan porsi yang sesuai kebutuhan tentu berbeda dengan makan malam dalam jumlah besar setelah sepanjang hari sudah mengonsumsi banyak kalori. Makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam sehari tetap menyumbang kalori sesuai kandungannya walau dikonsumsi pada waktu yang berbeda sehingga perlu diperhitungkan dalam total asupan harian.

Meski waktu makan bukan penghalang utama dalam penurunan berat badan, bukan berarti yang sedang diet dapat makan bebas tanpa memperhatikan jumlahnya.

dr Yaze juga menekankan bahwa kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda-beda. Karbohidrat, protein dan lemak tetap dibutuhkan tubuh dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Karbohidrat, misalnya, tidak perlu dihilangkan hanya karena sedang diet. Nasi juga tidak perlu dimusuhi selama porsinya disesuaikan dengan kebutuhan kalori.

Penurunan berat badan juga sebaiknya tidak dilakukan dengan cara yang terlalu ketat. Diet yang terlalu berlebihan dapat membuat massa otot ikut berkurang dan berpengaruh terhadap metabolisme tubuh.

Setelah berat badan berhasil turun, pola hidup sehat juga perlu dipertahankan dalam jangka panjang agar berat badan tidak kembali naik.

Jadi, bagi yang sedang menjalani diet, tidak perlu terlalu terpaku pada larangan makan setelah jam tertentu. Makan malam tetap boleh dilakukan selama total asupan kalori masih berada dalam kondisi defisit dan kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

(mal/dpy)