peezycoineth.vip

MedcoEnergi ungkap strategi hadapi volatilitas harga minyak dunia

2026-09-09 06:17

Jakarta (ANTARA) - PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mengungkapkan strategi perusahaan dalam menghadapi volatilitas harga minyak dunia yang berlangsung sepanjang tahun.

“Jika harga minyak rendah berlanjut, kami memiliki fleksibilitas juga untuk mengurangi biaya produksi dan tentunya akan menyesuaikan kegiatan eksplorasi kami,” kata Direktur dan Chief Operating Officer MedcoEnergi Amri Siahaan dalam paparan publik (public expose) yang digelar secara daring di Jakarta, Rabu.

Amri menilai bahwa bauran harga produksi MedcoEnergi cukup seimbang, dengan porsi 55 persen mengikuti pada harga pasar untuk kontrak ekspor, dan 45 persen dijual dengan harga tetap (fixed price) untuk kontrak domestik.

“Khususnya kontrak-kontrak domestik, kebanyakan harganya fix. Kontrak-kontrak yang ekspor itu adalah mengikuti harga pasar. Jadi secara natural itu terjadi seperti natural hedging, sehingga kita itu bisa menghadapi harga pasar atau ekspos harga pasar dengan baik dan seimbang,” ujar dia.

Baca juga: Harga minyak terus naik di tengah berlanjutnya ketegangan AS-Iran

Baca juga: AKRA: Kinerja perusahaan tak terdampak fluktuasi harga minyak dan kurs

Lebih lanjut, Amri juga mengatakan terdapat pula skema pemulihan atas biaya operasi (cost recovery) untuk kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC).

Sistem ini dinilai membuat posisi keuangan kontraktor relatif lebih stabil dibanding skema jual-beli murni atau gross split.

“Nah, selain itu untuk PSC dengan skema cost recovery, yang khususnya di Tanah Air itu memberikan pemulihan atas biaya operasi. Jadi atas biaya sebelum bagi hasil, sehingga mengurangi dampak volatilitas harga, dan kalau kita lihat jadi seimbang semuanya,” kata Amri.

Sementara itu, harga minyak mentah naik pada hari Rabu menyusul eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang memicu kekhawatiran terkait gangguan pasokan energi di Timur Tengah.

Kontrak berjangka harga minyak mentah Brent tercatat naik 1,55 persen menjadi 99,44 dollar AS per barrel.

Sementara itu, kontrak berangka harga minyak patokan AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober juga terpantau naik sebesar 1,75 persen menjadi 94,66 dollar AS per barrel.

Baca juga: Ekonom perkirakan harga keekonomian Pertamax Rp16.800 per liter

Baca juga: Wamen ESDM: Pertamax ikuti harga pasar minyak dunia

Baca juga: Mendag: Kenaikan harga minyak dunia salah satu pemicu defisit dagang

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.