peezycoineth.vip

Megawati lantik pengurus PDIP di Sulawesi Utara

2026-09-25 16:08

Manado (ANTARA) - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melantik dan mengambil sumpah janji jabatan pengurus anak cabang, pengurus ranting, badan dan sayap partai berlambang banteng moncong putih di Sulawesi Utara.

Pelantikan pengurus PDI Perjuangan Sulawesi Utara tersebut dilaksanakan bersama dengan kegiatan Konsolidasi Internal PDI Perjuangan se Provinsi Sulawesi Utara di Kabupaten Minahasa, Jumat.

Konsolidasi dihadiri jajaran PDI Perjuangan pusat, daerah, para kepala daerah kader partai, anggota DPRD serta undangan lainnya.

"Kita ini mempunyai struktur yang paling bagus. Kalau nanti dengar ada yang namanya ISO, itu sebenarnya ISO-nya sendiri seperti perusahaan untuk melihat manajemennya bagus atau tidak," kata Megawati pada Konsolidasi Internal PDI Perjuangan se Provinsi Sulawesi Utara di Minahasa.

PDI Perjuangan, kata Megawati satu-satunya partai di Asia yang mempunyai ISO.

"Banyak sekali para pengusaha yang bertanya pada saya boleh atau tidak kami belajar untuk dapat ISO. Saya bikin guyon, jadi kalau begitu saya akan jadi konsultan, kamu berani bayar berapa?" ujarnya.

Karena itu menurut Megawati, janji jabatan adalah janji kepada diri sendiri, tapi ada janji yang lebih tinggi yaitu sumpah jabatan.

"Begitu ada tendensi, anak buah itu mau buat aneh-aneh cari duit, panggil, tanya kamu mau pakai uang negara, maka yang memecat kamu bukan orang lain, tapi ketum kamu," kata Megawati menegaskan.

Supaya apa, kata Megawati, supaya nama yang sudah berkibar, PDI Perjuangan tetap berkibar di dunia Indonesia Raya.

"Buat saya, kalau perlu 1.000 orang saya pecat, ingat semuanya, saya Ketum kamu yang pecat. Padahal sebenarnya bisa sekjen yang pecat, bisa ada komisi kehormatan. Tapi kali ini saya memutuskan supaya partai lain bisa melihat ketumnya yang akan memecat, supaya tahu itu serius," ujar Megawati.

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.