Menbud dorong kolaborasi ekosistem sastra Indonesia - ANTARA News Ambon, Maluku
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam memperkuat ekosistem sastra Indonesia dari hulu hingga hilir melalui pengembangan talenta, penguatan komunitas dan festival, penerjemahan, promosi, hingga perluasan akses pasar dan jejaring internasional.
Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2026 di Graha Utama, Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Minggu, yang menjadi puncak rangkaian KSK 2026 setelah para pemenang diumumkan pada 23 Agustus 2026.
Keterangan tertulis yang diterima ANTARA menyebutkan Fadli menilai Kusala Sastra Khatulistiwa salah satu tonggak penting dalam perkembangan kesusastraan Indonesia.
“Penghargaan-penghargaan seperti ini sangat penting karena merupakan bagian dari apresiasi terhadap munculnya talenta-talenta baru, penulis-penulis baru. Karena bagaimanapun sastra ini adalah ekspresi artistik yang sangat penting membagikan pengalaman kemanusiaan, pengalaman pribadi, emosi, dan memotret zaman,” kata dia.
Fadli menilai sastra salah satu objek pemajuan kebudayaan, yang menjadi bagian dari salah satu dari lima bidang dalam Manajemen Talenta Nasional.
“Dan atas dasar itu Kementerian Kebudayaan membangun pendekatan ekosistem dari hulu hingga hilir mulai dari penciptaan, regenerasi talenta, penguatan komunitas dan festival, penerjemahan, promosi, pengelolaan hak cipta, hingga perluasan akses pasar dan jejaring internasional,” katanya.
Fadli berharap ekosistem sastra Indonesia, mulai dari sastrawan, komunitas sastra, festival, penerbit, sampai Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia, berkolaborasi menyukseskan program-program yang sudah dirancang dan dijalankan.
“Kita berharap ke depan lebih banyak keterlibatan dari pegiat sastra untuk mendukung dan berkontribusi bagi kemajuan sastra di Indonesia," kata Fadli.
Ketua Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia Pratiwi Juliani menyatakan penghargaan sastra tidak semata cara memilih karya terbaik, tetapi juga sebagai upaya mencatat perjalanan kesusastraan pada suatu masa.
“Sastra yang baik tidak selalu memberikan jawaban. Sering kali, ia justru membuat kita mengajukan pertanyaan yang mampu melampaui suatu karya itu sendiri,” papar Pratiwi.
Kusala Sastra Khatulistiwa merupakan penghargaan sastra yang bermula dari Khatulistiwa Literary Award pada 2001, digagas Richard Oh bersama Takeshi Ichiki, dan menggunakan nama Kusala Sastra Khatulistiwa sejak 2014.
Penghargaan ini kembali diselenggarakan sejak 2025 oleh Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia sebagai upaya melanjutkan perhatian terhadap perkembangan sastra Indonesia.
KSK 2026 diselenggarakan atas dukungan Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Astra, dan Falcon Pictures.
Tiga buku ditetapkan sebagai pemenang KSK 2026, yaitu "Ikhtiar yang Tak Benar-Benar" karya Nukila Amal, terbitan Kepustakaan Populer Gramedia untuk kategori Novel; "Hantu Ulang-alik" karya Ratri Ninditya, terbitan baNANA untuk kategori Kumpulan Cerita Pendek; dan "Nusantara, Amnesia karya Ari Pahala Hutabarat", terbitan Lampung Literature untuk kategori Kumpulan Puisi.
Pewarta: Fathur Rochman
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.