Mendag Budi Salurkan Bantuan Tahap I Sebesar Rp 250 Juta untuk Korban Gempa NTT
Senin, 17 Agustus 2026 - 16:34 WIB
Jakarta, VIVA – Kementerian Perdagangan menyalurkan bantuan untuk korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp 250 juta.
Baca Juga
"Dengan adanya musibah atau bencana di NTT ini, kita mengumpulkan dana dari tadi pagi sampai siang terkumpul Rp 250 juta, dan langsung diserahkan ke kantor penghubung NTT yang ada di Jakarta,” kata Menteri Perdagangan, Budi Santoso di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Budi mengatakan, ini merupakan penyaluran bantuan korban gempa NTT tahap pertama, sebelum akhirnya donasi tahap selanjutnya terkumpul dan disalurkan dalam waktu dekat.
Baca Juga
“Mudah-mudahan nanti kita terus bersama teman-teman menggalang donasi yang ada dan nanti berikutnya dapat kita kirimkan ke teman-teman yang terkena musibah,” ujarnya.
Mendag Budi Santoso (Tengah)
Photo :
- Antara.
Baca Juga
Budi memastikan, penanganan pascabencana gempa bumi di NTT oleh Kemendag, utamanya dilakukan terhadap pemulihan pasar terdampak yang akan dilakukan dengan intensif.
Mendag mengatakan, terdapat setidaknya empat pasar yang mengalami kerusakan, salah satunya Pasar Inpres Ruteng yang terletak di Manggarai, NTT.
“Jadi setelah kita identifikasi memang ada empat pasar yang mengalami rusak, (termasuk) Pasar Inpres Ruteng di Manggarai. Kami sudah koordinasi dengan pemerintah daerah untuk (melakukan penanganan), karena banyak tiangnya yang rusak. Jadi kita minta untuk tidak digunakan dulu,” kata Budi.
Selain itu, Dia mengatakan bahwa pihaknya juga terus melakukan peninjauan (monitoring) terkait kebutuhan bahan pokok dan distribusinya ke daerah-daerah terdampak bencana,
Hal itu dilakukan melalui kerja sama dengan distributor di wilayah terdekat, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag, dan pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami juga sudah koordinasi dengan para distributor, terutama distributor yang ada di wilayah lain di provinsi terdekat, di NTB, misalnya. Kita sudah koordinasi untuk dengan pelaku usaha agar tetap menjaga pasokan-pasokan terutama pasca bencana ini di NTT,” ujar Budi.
“Kami ingin memastikan kepada pelaku usaha yang mendistribusikan barang kebutuhan pokok ke wilayah di Manggarai atau di NTT agar ketersediaan bahan pokoknya terjamin, dan mereka (pelaku usaha) siap semua ya pada prinsipnya siap bekerja sama dengan pemerintah pusat dan juga dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Sebelumnya, gempa bumi dengan magnitudo (M) 7,7 terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8), pukul 05.58 WITA.