Mendikdasmen: Bahasa asing di SD bersifat pengenalan
Mendikdasmen: Bahasa asing di SD bersifat pengenalan
Jumat, 14 Agustus 2026 18:59 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti di Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan pembelajaran bahasa asing yang disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya bersifat pengenalan, tidak seperti Bahasa Inggris yang akan diwajibkan di sekolah dasar mulai 2027.
"Nah, yang bahasa yang lainnya itu nanti sifatnya pengenalan aja. Tapi untuk yang jenjang yang lebih tinggi, beberapa sekolah sudah melakukan itu. Beberapa sekolah kan sudah mengajarkan bahasa asing selain Bahasa Inggris, juga ada Bahasa Mandarin, Bahasa Korea," katanya di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan hal itu, sebagai respons pertanyaan awak media tentang pelajaran bahasa asing, seperti Bahasa Mandarin, Prancis, Spanyol, dan Arab yang disebutkan dalam pidato kenegaraan Presiden.
Ia mengatakan beberapa negara menawarkan tenaga yang bisa membantu dalam pembelajaran bahasa asing sesuai dengan negara mereka masing-masing.
Terkait dengan Bahasa Inggris, dia menyebutkan bahwa Bahasa Inggris bakal menjadi mata pelajaran wajib dimulai dari kelas 3 SD, per 2027.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pembelajaran bahasa asing harus dimulai dari kelas 1 sekolah dasar (SD) untuk meningkatkan kompetensi dan sebagai bekal ketika mereka memasuki dunia kerja.
"Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD kelas 1. Mereka harus mulai bahasa asing," katanya dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI di Senayan, Jakarta.
Ia mengatakan bahasa asing yang perlu dipelajari, antara lain Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, dan Prancis.
Dia juga menilai pentingnya bahasa Rusia karena negara tersebut memiliki kekuatan di bidang sains dan teknologi.
Menurut Presiden, anak-anak lebih cepat mempelajari bahasa ketika masih berusia di bawah 11-12 tahun.
Oleh karena itu, penguasaan bahasa asing perlu dimulai sejak pendidikan dasar.
Kepala Negara mengatakan kemampuan bahasa asing akan memberikan lebih banyak peluang bagi anak-anak Indonesia ketika memasuki pasar kerja internasional.
Prabowo menilai kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara juga membuka peluang bagi Indonesia.
Ia menyebut sejumlah pemimpin negara yang ditemuinya menanyakan kemungkinan tenaga kerja Indonesia bekerja di negara mereka.
Tenaga kerja Indonesia, menurut dia, dibutuhkan antara lain di sektor pariwisata, rumah sakit, keperawatan, dan pengasuh yang membutuhkan kemampuan berbahasa asing.
Ia mengatakan masyarakat Indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan.
Dengan tambahan kemampuan bahasa asing, Presiden berharap, tenaga kerja Indonesia semakin kompetitif di pasar global sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
Pewarta : Mecca Yumna Ning Prisie
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026