peezycoineth.vip

Mendiktisaintek ajak mahasiswa berpikir solutif demi majukan Indonesia

2026-10-08 09:54

Mendiktisaintek ajak mahasiswa berpikir solutif demi majukan Indonesia

Kamis, 8 Oktober 2026 16:54 WIB

Image Print

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dalam kegiatan Indonesia Future Leaders Summit (FLS) 2026 di Depok, Jawa Barat, Kamis (8/10/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong para ketua dan pengurus organisasi mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan kepemimpinan, berpikir analitis, serta keberanian mengambil peran dalam menjawab berbagai tantangan Indonesia.

Dalam keterangan di Jakarta, Kamis, Mendiktisaintek Brian mengajak para peserta melihat kondisi Indonesia melalui sejumlah indikator ekonomi.

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia meningkat dari sekitar 1,02 triliun dolar AS pada 2017 menjadi 1,48 triliun dolar AS pada 2024. Pertumbuhan tersebut menunjukkan perekonomian Indonesia tumbuh hampir 35 persen dalam tujuh tahun.

Namun pertumbuhan ekonomi dinilai perlu dibaca bersama dengan indikator lainnya. Pada periode yang sama berdasarkan Pusat Data Bank Dunia (2025), jumlah penduduk miskin dan rentan miskin meningkat dari 46,1 juta menjadi 49,5 juta orang. Sementara itu jumlah penduduk kelas menengah turun dari 22,1 juta menjadi 17,4 juta orang.

Mendiktisaintek menilai data tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi belum otomatis dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. Peningkatan kekayaan kelompok masyarakat terkaya juga disorot, termasuk kenaikan kekayaan 10 orang terkaya yang disebut mencapai 153 persen.

Karena itu Mendiktisaintek mengingatkan para calon pemimpin untuk membangun argumentasi berdasarkan data, baik ketika membaca persoalan maupun menyampaikan gagasan.

Kemampuan membaca data penting bagi mahasiswa karena peran mereka ke depan dapat berada di berbagai bidang. Dengan memahami kondisi secara berbasis data, pemimpin muda dapat menentukan persoalan yang perlu diintervensi dan kontribusi yang dapat diberikan.

"Ke manapun anda pergi, harus ada angka dan data yang dapat menjelaskan. Pertumbuhan ekonomi kita bagus, tapi kemudian angka kemiskinan naik dan penduduk kelas menengah menurun. Ternyata, pertumbuhan ekonomi ini hanya dirasakan oleh sangat sedikit masyarakat. Indonesia secara alami kaya raya, namun sejak dulu kita masih belum mampu mengelola kekayaan itu," kata Mendiktisaintek Brian.

Mendiktisaintek juga mengajak mahasiswa melihat persoalan Indonesia sebagai pekerjaan rumah bersama yang harus dihadapi dengan optimisme. Berbagai negara yang saat ini memiliki tingkat pendapatan per kapita lebih tinggi, menurutnya, pernah berada pada posisi yang tidak jauh berbeda dengan Indonesia.

Maka tantangan yang dihadapi Indonesia tidak seharusnya membuat generasi muda berhenti bergerak. Menurut Mendiktisaintek, yang lebih penting adalah menentukan ruang kontribusi masing-masing dan mulai memperbaikinya sejak sekarang.

Mendiktisaintek menekankan latar belakang maupun kondisi seseorang hari ini tidak menentukan masa depannya dan mengambil contoh sejumlah tokoh dunia yang mengalami berbagai kegagalan sebelum mencapai keberhasilan.

"Kalau Anda punya keinginan sekarang, anda kejar, anda fight terus, jatuh, bangun, jatuh, bangun, jatuh, bangun, sampai takdir anda bosan dan anda mendapat apa yang diinginkan," tutur Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Pewarta : Sean Filo Muhamad
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026