peezycoineth.vip

Mendiktisaintek dorong konversi motor listrik untuk tekan impor energi

2026-09-22 05:47

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong percepatan hilirisasi riset konversi secara menyeluruh pada kendaraan berbahan bakar bensin menuju kendaraan bertenaga listrik guna menekan impor energi.

Dalam kegiatan Energy Week 2026 di Jakarta, Selasa, Menteri Brian menilai impor energi menjadi beban tersendiri bagi negara, terlebih di tengah dinamika eskalasi konflik geopolitik global yang terus mendongkrak harga minyak dunia.

"Salah satu yang signifikan untuk menghilangkan impor itu adalah tentu dengan berbagai pendekatan. Motor gasolin, motor bensin kita itu mengonsumsi hampir 100 persen dan kalau dikonversi impor kita itu lari ke gasolin motor. Jadi kalau motor ini bisa dikonversi kepada listrik 100 persen kita akan sangat signifikan mengurangi impor," katanya.

Mendiktisaintek menyebut Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan khusus agar ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) dan gas dapat segera ditekan secara masif.

Presiden, lanjut dia, menggarisbawahi bahwa ketahanan energi merupakan fondasi kedua terpenting bagi kemajuan bangsa setelah sektor ketahanan pangan. Terlebih, belakangan ini konflik internasional sedang memanas yang salah satunya dipicu oleh energi.

Baca juga: Pengamat: B50 instrumen penting perkuat ketahanan energi

"Yang jadi permasalahan kita kemudian adalah energi, harga energi yang sangat besar. Kita masih impor total gasolin, solar sedikit yang harusnya hilang tahun ini, ditambah LPG," ujarnya.

Untuk merealisasikan transformasi sistemik tersebut, Kemdiktisaintek sangat mengapresiasi peran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang proaktif memfasilitasi berbagai penelitian aplikatif di perguruan tinggi.

Sinergi yang terbangun erat ini diharapkan mampu memancing pihak industri untuk segera menangkap peluang komersialisasi dari hasil-hasil riset inovatif karya anak bangsa.

Menyambung semangat tersebut, Kepala BRIN Arif Satria menegaskan komitmen lembaganya untuk terus berdampingan dengan Kemdiktisaintek dalam mencetak talenta unggul dan kreatif di bidang inovasi.

Arif meyakini bahwa kolaborasi antara laboratorium perguruan tinggi, industri, dan pemerintah merupakan sebuah keniscayaan untuk merespons tantangan transisi energi demi membawa Indonesia melompat menjadi negara maju.

Baca juga: Prabowo tegaskan fokus selesaikan soal pangan, energi, dan kemiskinan

Baca juga: Mentan gandeng 44 bupati perkuat pengembangan bioetanol dari hulu

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.