peezycoineth.vip

Mendiktisaintek minta generasi muda berani dan memiliki target besar - ANTARA News Gorontalo

2026-09-11 12:08

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengajak seluruh generasi muda untuk membangun optimisme bahwa Indonesia mampu menjadi negara maju apabila memiliki keberanian menetapkan target besar dan bekerja secara kolektif untuk mencapainya.

Melalui keterangan di Jakarta, Jumat, Menteri Brian menyebut ukuran kemajuan sebuah bangsa salah satunya tercermin dari kemampuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menggarisbawahi target pendapatan per kapita di atas 15.000 dolar AS sebagai salah satu ukuran untuk membawa Indonesia keluar dari kelompok negara berpendapatan menengah.

Saat ini, Indonesia masih berada pada kisaran 5.400–5.500 dolar AS per kapita. Karena itu, peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat membutuhkan transformasi ekonomi yang lebih mendasar.

"Ini adalah ukuran dignity (harga diri) bangsa kita, ukuran kebanggaan bangsa kita di depan bangsa lain. Kita harus membangun kepercayaan diri bahwa bangsa kita mampu. Dan industrialisasi ini adalah sebuah keharusan bagi kita. Kita harus membangun industri sebanyak-banyaknya," kata Mendiktisaintek.

Mendiktisaintek menjelaskan bahwa perjalanan menuju tingkat pendapatan yang lebih tinggi tidak dapat ditempuh hanya dengan mengandalkan pertumbuhan ekonomi berbasis konsumsi maupun ekspor sumber daya alam.

Menurut dia, industrialisasi menjadi salah satu lokomotif penting untuk meningkatkan produktivitas, membuka lapangan kerja, memperkuat ekspor, dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

"Indonesia perlu membangun kepercayaan diri bahwa bangsa ini mampu menghasilkan dan menguasai industrinya sendiri," ujarnya.

Ia menilai dorongan terhadap industrialisasi tersebut semakin penting karena Indonesia menghadapi tantangan deindustrialisasi. Mendiktisaintek mengungkapkan bahwa selama sekitar dua dekade jumlah industri di Indonesia mengalami penurunan.

Padahal, penguatan industri nasional memiliki dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor. Karena itu, pembangunan industri harus menjadi agenda bersama dan tidak berhenti sebagai kerja pemerintah semata.

Dalam hal ini, Menteri Brian menyoroti teknologi dan inovasi menjadi elemen penting agar industrialisasi Indonesia tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mampu menguasai teknologi yang menjadi fondasi produk tersebut.

Ia mencontohkan pengalaman berbagai negara seperti Jepang, Korea, dan China yang membangun kekuatan ekonominya melalui pengembangan industri secara konsisten. Indonesia juga memiliki pengalaman dan kapasitas untuk melakukan hal serupa, sebagaimana pernah ditunjukkan melalui pengembangan pesawat N250.

Mendiktisaintek menilai momentum Indonesia saat ini semakin penting karena negara memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar. Namun, bonus demografi tersebut memiliki batas waktu. Ia menyebut jendela kesempatan Indonesia untuk melakukan lompatan dari kelompok negara berpendapatan menengah hanya terbuka hingga sekitar 2040.

Karena itu, generasi produktif saat ini harus memanfaatkan momentum tersebut melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas, teknologi, dan industrialisasi.

Mendiktisaintek juga menekankan pentingnya membangun industri yang mampu menghasilkan produk nasional untuk menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk dan energi dari luar negeri.

"Kita bangga kalau suatu saat di Berlin ada bendera Indonesia. Bukan hanya dalam bentuk simbol, tetapi dalam bentuk karya-karya anak bangsa. Saya berharap bangsa Indonesia memiliki beyond nationalism. Nasionalisme kita jangan berhenti sampai kita menghormati bendera atau menyanyikan lagu kebangsaan. Kita harus bangga ketika karya anak bangsa digunakan dan ditunggu oleh dunia," tutur Brian Yuliarto.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendiktisaintek minta generasi muda berani dan memiliki target besar

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.