peezycoineth.vip

Menhan China dorong kerja sama pertahanan dengan Indonesia

2026-08-22 09:43

Menhan China dorong kerja sama pertahanan dengan Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 16:43 WIB

Image Print

Pertemuan 2+2 antara Indonesia dan China dihadiri Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Menteri Luar Negeri Sugiono di Jakarta, Jumat (21/8/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China)

Beijing (ANTARA) - Menteri Pertahanan China Dong Jun mengatakan Tiongkok bersedia bersama Indonesia tetap menggunakan perspektif strategis dalam mendorong kerja sama pembangunan pertahanan nasional dan angkatan bersenjata, serta terus menggali lebih dalam potensi kerja sama pertahanan.

China bersama Indonesia juga bersedia menciptakan lebih banyak capaian unggulan dalam kerja sama, dan membangun jaminan keamanan yang kokoh bagi pembangunan masing-masing, kata Dong Jun dalam Pertemuan 2+2 seperti dalam laman Kementerian Pertahanan China yang diakses ANTARA dari Beijing, Sabtu.

Pertemuan 2+2 tersebut juga dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Menteri Luar Negeri Sugiono dan para pejabat terkait lain.

Pertemuan itu berfokus pada pembahasan penguatan kerja sama bidang politik, pertahanan, dan keamanan di pada tataran bilateral, regional, serta global.

"Kerja sama pertahanan kedua negara terus meningkat baik kualitas dan efektivitasnya serta memberikan contoh bagi Global South dan negara-negara berkembang besar dalam menjalankan bentuk baru kerja sama pertahanan. Saat ini, perubahan dunia telah memasuki siklus baru dengan meningkatnya krisis yang bersifat menyeluruh, sementara kawasan menghadapi berbagai tantangan keamanan," tambah Dong Jun.

Sementara itu, Menhan Sjafrie, seperti dikutip laman Kementerian Pertahanan China, mengatakan Indonesia bersedia bersama Tiongkok memperkuat komunikasi strategis, mempererat pertukaran antara angkatan bersenjata kedua negara, terus memperkuat kerja sama di bidang pertahanan, keamanan maritim, keamanan siber, pemberantasan perjudian daring, penipuan telekomunikasi, dan kejahatan lintas negara dan dengan tegas menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, serta bersama-sama menghadapi tantangan global.

"Selama kedua negara mempertahankan persahabatan layaknya saudara, kemitraan strategis komprehensif kedua negara akan dapat terus mencapai perkembangan baru," ungkap Sjafrie.

Keempatnya juga bertukar pandangan secara mendalam mengenai isu-isu keamanan internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama.

Pertemuan 2+2 antara Indonesia dan China dihadiri Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Menteri Luar Negeri Sugiono di Jakarta, Jumat (21/8/2026). (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China)

Dalam keterangan tersebut disampaikan Indonesia dan China sepakat bahwa pembangunan dan keamanan merupakan dua agenda utama yang perlu dikoordinasikan secara menyeluruh, serta kedua negara perlu bersatu untuk menghadapi berbagai tantangan eksternal.

Kedua negara akan membangun kesadaran sebagai mitra keamanan, saling mendukung kepentingan inti masing-masing, bersama-sama menentang campur tangan eksternal, serta memegang masa depan dan nasib negara maupun bangsa masing-masing di tangan sendiri.

China dan Indonesia juga mengapresiasi Pertemuan 2+2 dan akan terus mengandalkan platform penting komunikasi strategis tersebut untuk memperdalam persatuan dan koordinasi serta mendorong tercapainya kemajuan positif dalam kerja sama politik, keamanan, dan pertahanan.

Kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama penegakan hukum dan keamanan dalam pemberantasan kejahatan lintas negara, pengejaran buronan dan pemulihan aset hasil kejahatan, serta mendukung partisipasi dalam kerja sama internasional untuk memberantas penipuan telekomunikasi dan daring.

Kedua negara juga akan melaksanakan dokumen kerja sama keamanan maritim serta menjaga keamanan dan kelancaran jalur pelayaran utama.

"China dan Indonesia akan memperdalam kerja sama pertahanan dan mendorong kerja sama praktis dalam bidang teknologi dan peralatan pertahanan, latihan bersama dan pelatihan bersama, pelatihan personel, serta keamanan maritim agar berkembang secara rutin dan terlembagakan, sekaligus terus meningkatkan kualitas dan efektivitasnya," demikian disebutkan.

Kedua negara bersama-sama menyerukan model keamanan Asia yang menekankan kebersamaan dalam menghadapi keamanan dan ancaman, mencari persamaan sambil mengesampingkan perbedaan, serta mengutamakan dialog dan konsultasi.

Kedua negara juga akan secara sungguh-sungguh menjaga agar kerja sama tetap menjadi arus utama di kawasan serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

Keduanya pun akan memperkuat koordinasi mengenai isu Timur Tengah dan secara aktif mendorong perdamaian serta penghentian perang.

"Kedua negara sepakat untuk secara sungguh-sungguh mengubah berbagai konsensus menjadi hasil nyata, menjadi teladan bagi negara-negara berkembang dalam bersatu dan memperkuat diri, serta melakukan upaya untuk menjaga perdamaian dan mendorong pembangunan," demikian tertulis.

Dialog 2+2 pertama kali digelar di Beijing pada April 2025. Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan kali ini, melengkapi kerja sama bilateral dalam lima pilar strategis, terutama keamanan, sebagaimana disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Presiden China Xi Jinping sejak November 2024.

Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026