peezycoineth.vip

Menhan tegaskan relasi RI-China di Beijing Xiangshan Forum 2026

2026-09-16 06:22

Menhan tegaskan relasi RI-China di Beijing Xiangshan Forum 2026

Rabu, 16 September 2026 13:22 WIB

Image Print

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) saat menghadiri Beijing Xiangshan Forum 2026 di Beijing, China, pada Rabu (16/9/2026). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Beijing (ANTARA) - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan hubungan yang baik dan terjaga antara Indonesia dan China saat menghadiri seminar militer Beijing Xiangshan Forum 2026 di Beijing, Rabu.

"Kita ini negara yang berbasis kepada konstitusi, berbasis kepada kepentingan nasional, tetapi mempunyai suatu strategi politik luar negeri yang bebas aktif. Sehingga, kita open minded kepada semua negara sahabat," kata Sjafrie kepada ANTARA usai menghadiri upacara pembukaan forum tersebut.

Beijing Xiangshan Forum berlangsung pada 15-17 September 2026 dengan mengusung tema "Build Consensus on Stability, Advance Security Governance Together" (Membangun Konsensus Stabilitas, Memajukan Tata Kelola Keamanan Bersama).

Baca juga: Sebanyak 2.056 robot akan berkompetisi dalam "World Humanoid Robot Games"

Forum tersebut menampilkan empat sesi pleno dengan topik mengenai keamanan dan tatanan internasional, serta delapan sesi pararel yang dihadiri ratusan perwira militer, diplomat, dan akademisi dari negara-negara Asia, Eropa hingga Amerika Serikat.

"Indonesia terbuka untuk bicara dengan negara-negara lain untuk memenuhi kepentingan nasional mereka dan untuk memenuhi harapan rakyat," kata Sjafrie.

Dia menilai forum tersebut bagus untuk menjaga hubungan antar-semua komunitas militer, baik dari kalangan birokrat pertahanan, akademisi, maupun teknologi. Dia pun mengungkapkan bahwa Indonesia juga ikut berkontribusi dalam forum tersebut.

"Kami sangat mendukung dan kami ingin terus berada di dalam koridor ini. Kontribusi kami sudah banyak. Baik yang kami lakukan bilateral maupun dilaksanakan secara multilateral, termasuk rencana latihan militer bersama yang sudah direncanakan oleh Defense Cooperation Agreement," jelas Sjafrie.

Baca juga: Beijing tak puas hasil investigasi pria yang masuki kedutaan di Tokyo

Sementara itu, Menteri Pertahanan China Dong Jun, saat membuka forum tersebut, mengatakan kunci tata kelola keamanan global terletak pada tindakan, sedangkan tolok ukur utamanya adalah hasil nyata.

"Militer China bersedia bekerja sama dengan militer dari berbagai negara untuk menerapkan Inisiatif Keamanan Global, terus memperkuat rasa saling percaya di bidang keamanan, meningkatkan koordinasi internasional demi keamanan bersama, memperkuat kemampuan bersama dalam menjaga keamanan, meningkatkan tata kelola keamanan di bidang-bidang baru, serta memperluas penyediaan barang publik di bidang keamanan," kata Dong Jun.

Dong Jun menjelaskan bahwa upaya tersebut untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

Baca juga: Dua video asal Indonesia menangi kompetisi video pendek China-ASEAN

Sebelumnya, Sjafrie dan Dong Jun terakhir bertemu di Jakarta, pada 21 Agustus lalu, dalam Mekanisme Dialog 2+2 antara menlu dan menteri pertahanan Indonesia dan China.

Dalam pertemuan tersebut, China dan Indonesia sepakat untuk memperkuat kerja sama penegakan hukum dan keamanan dalam pemberantasan kejahatan lintas negara, pengejaran buronan dan pemulihan aset hasil kejahatan, serta mendukung partisipasi dalam kerja sama internasional untuk memberantas penipuan telekomunikasi dan daring.

Kedua negara juga akan melaksanakan dokumen kerja sama keamanan maritim serta menjaga keamanan dan kelancaran jalur pelayaran utama.

Latihan bersama terbaru yang dilakukan TNI dengan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China adalah pada 12 Agustus lalu. Latihan tersebut berupa latihan lintas laut (passing exercise) yang merupakan bagian dari diplomasi maritim dalam rangka perjalanan pulang KRI I Gusti Ngurah Rai-332 ke Indonesia.

Baca juga: Beijing soroti pertukaran mahasiswa Indonesia-China semakin meningkat

Beijing Xiangshan Forum juga dihadiri oleh Menteri Pertahanan Vietnam Phan Van Giang, Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing, Menteri Pertahanan Thailand Adul Boonthumjaroen, Menteri Pertahanan Kamboja Tea Seiha, Menteri Pertahanan Belarusia Victor Khrenin, Menteri Pertahanan Laos Khamlieng Outhakaisone, Menteri Pertahanan Pakistan Muhammad Ali, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anna Tsivileva, Wakil Menteri Pertahanan Malaysia Adly Zahari, Wakil Menteri Pertahanan Korea Utara Kim Kang Il, Deputi Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Jerman Stephan Willer dan pejabat terkait lainnya.

Tahun 2026 menandai peringatan 20 tahun berdirinya forum tersebut. Sejak awal penyelenggaraannya pada tahun 2006, forum ini menggelar 12 edisi.

Forum itu juga diselenggarakan menjelang kongres Partai Komunis pada 2027 untuk mengukuhkan kepemimpinan baru Komisi Militer Pusat, yaitu badan komando tertinggi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Saat ini, baru dua dari tujuh kursi di komisi tersebut telah terisi, yang salah satunya diduduki oleh Presiden Xi Jinping dalam kapasitasnya sebagai pemimpin tertinggi militer.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhan tegaskan relasi RI-China di Beijing Xiangshan Forum 2026

Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026