Menko Airlangga Sebut Indonesia Siap Kolaborasi Kembangkan Ekosistem AI Kelas Dunia
Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan kesiapan berkolaborasi dalam membangun ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) global yang terbuka, inklusif, dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dunia. Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat berdialog dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping dalam rangkaian acara Opening Ceremony World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok.
Menko Airlangga mengungkapkan, Indonesia sangat mengapresiasi Pemerintah Tiongkok terkait inisiatif pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), serta kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk bergabung sebagai salah satu Anggota Pendiri (Founding Member States) organisasi AI kelas dunia tersebut. Inisiatif untuk bergabung ke dalam WAICO ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo untuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan AI di Indonesia.
"Kami menyampaikan salam dari Presiden Indonesia, Bapak Prabowo Subianto serta terima kasih kepada Pemerintah Tiongkok yang telah berinisiatif membentuk WAICO, dan mengajak Indonesia sebagai Founding Member States. Indonesia siap bekerjasama dengan WAICO untuk pengembangan ekosistem AI dunia,” ujar Menko Airlangga yang menghadiri rangkaian acara WAIC 2026 di Shanghai, Jumat (17/7/2026) dikutip dari keterangan resmi.
Sementara itu, pada Opening Ceremony WAIC 2026, Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan, perkembangan AI harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, dan mendorong kemajuan bersama-sama dengan seluruh negara. Menurutnya, pengembangan AI tidak boleh menjadi monopoli satu negara saja melainkan kolaborasi bersama seluruh negara di dunia.
"Pengembangan AI tidak seharusnya menjadi 'a solo performance' oleh satu negara, melainkan ‘a symphony of global collaboration',” tutur Presiden Xi.
Untuk mewujudkan visi tersebut, akan dikembangkan platform AI berbasis open source yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara kolaboratif oleh berbagai negara. Selain itu, dalam lima tahun ke depan Tiongkok juga akan menyelenggarakan program peningkatan kapasitas bagi jutaan peserta dari berbagai negara guna memperluas akses terhadap teknologi dan memperkecil kesenjangan kapasitas digital.