peezycoineth.vip

Menkop: LPDB siap dukung koperasi bangun pabrik CPO

2026-08-11 15:15
besarnya porsi perkebunan rakyat tersebut menjadi peluang untuk memperkuat peran koperasi dalam rantai industri sawit, termasuk melalui pembangunan fasilitas pengolahan CPO

Musi Banyuasin, Sumsel (ANTARA) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi siap mendukung pembiayaan bagi koperasi yang mengembangkan usaha pengolahan kelapa sawit, termasuk pembangunan pabrik minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Dalam Seminar Nasional “Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi” di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa, Ferry mengatakan dukungan pembiayaan diperlukan untuk mendorong koperasi tidak hanya bergerak di sektor perkebunan, tetapi juga mengambil peran dalam hilirisasi sawit.

Kementerian Koperasi mencatat terdapat 222.462 koperasi di Indonesia, termasuk di antaranya 30.817 koperasi produsen dan 2.587 koperasi perkebunan.

Sementara itu, komposisi perkebunan kelapa sawit nasional terdiri atas 54 persen perusahaan besar, 43 persen perkebunan rakyat, dan 3 persen perkebunan negara.

Menurut Ferry, besarnya porsi perkebunan rakyat tersebut menjadi peluang untuk memperkuat peran koperasi dalam rantai industri sawit, termasuk melalui pembangunan fasilitas pengolahan CPO.

Dukungan tersebut, kata Ferry, telah diberikan LPDB kepada koperasi yang mengembangkan industri pengolahan sawit. Salah satunya Koperasi Mandiri Makmur yang memperoleh pembiayaan untuk pembangunan pabrik CPO.

Baca juga: Menkop mendorong Agrinas bangun ekosistem sawit seperti Felda Malaysia

Baca juga: Menkop dorong koperasi bangun pabrik CPO perkuat hilirisasi sawit

“Salah satunya seperti Koperasi Mandiri Makmur juga sudah diberikan pembiayaan oleh LPDB dalam memproduksi CPO, yang saat ini pembangunannya sudah 45 persen,” ujarnya.

Ferry mengatakan pengembangan pabrik CPO oleh koperasi dapat memperkuat posisi petani dalam rantai usaha sawit sekaligus meningkatkan nilai tambah yang dinikmati masyarakat di daerah.

Menurut dia, koperasi perlu didorong untuk berkembang dari pengelolaan kebun menuju pengolahan hasil perkebunan sehingga tidak hanya menjual tandan buah segar (TBS), tetapi juga memperoleh manfaat dari proses hilirisasi.

Ferry menilai penguatan pembiayaan menjadi salah satu instrumen penting untuk merealisasikan model tersebut.

Dengan dukungan permodalan, koperasi diharapkan mampu mengembangkan kapasitas pengolahan dan memperluas kegiatan usaha hingga menghasilkan produk turunan kelapa sawit.

Pemerintah, kata Ferry, mendorong hilirisasi sawit berbasis koperasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai badan usaha dalam perekonomian nasional.

Baca juga: Menkop siap resmikan KDMP kelola minyak sawit dan PLTS di Agustus 2026

Baca juga: Agrinas siapkan percontohan plasma sawit berbasis koperasi di Sumut

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.