peezycoineth.vip

Menlu Sugiono di PBB: Gaza Ujian Nurani Dunia, RI Tetap Bela Palestina

2026-09-26 23:55

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyebut situasi di Palestina, khususnya Gaza dan Tepi Barat, sebagai salah satu ujian terhadap prinsip-prinsip yang menjadi dasar sistem multilateral dan hukum internasional.

Ia mengatakan Indonesia akan terus mendukung hak rakyat Palestina untuk menentukan masa depannya hingga negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut dia, keberadaan institusi internasional saja tidak cukup apabila negara-negara tidak konsisten menjalankan prinsip hukum internasional, menghormati kedaulatan, dan mengakhiri kolonialisme.

"Di sinilah Palestina tetap menjadi salah satu ujian paling jelas terhadap prinsip-prinsip ini, sekaligus ujian bagi nurani kita," kata Sugiono dalam Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81, New York, AS, Sabtu (26/9) waktu setempat.

Ia menilai pelanggaran hukum internasional yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat mengingatkan pada kondisi dunia sebelum 1945, ketika Piagam PBB, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, dan empat Konvensi Jenewa 1949 belum menjadi dasar tata hubungan internasional seperti sekarang.

[Gambas:Video CNN]

Sugiono mengatakan pengalaman Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dari kolonialisme turut membentuk sikap Indonesia terhadap Palestina. Menurutnya, Indonesia memahami perjuangan dalam kondisi ketika hukum internasional belum kuat dan kekuatan menjadi penentu.

"Indonesia memahami apa artinya berjuang melawan kolonialisme. Berjuang di dunia ketika hukum internasional lemah dan kekuatan menjadi yang utama," ujarnya.

Atas dasar pengalaman tersebut, Sugiono mengatakan Indonesia akan terus mendukung rakyat Palestina dan hak mereka untuk menentukan masa depan sendiri. Dukungan itu diarahkan hingga hak menentukan nasib sendiri terpenuhi dan negara Palestina yang merdeka serta berdaulat dapat terwujud melalui solusi dua negara.

"Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina hingga hak mereka untuk menentukan nasib sendiri terpenuhi, dan hingga negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud, berdasarkan solusi dua negara sesuai dengan hukum internasional dan parameter yang telah disepakati secara internasional," imbuh Sugiono.

Ia kemudian menempatkan isu Palestina tak hanya sebagai persoalan kawasan Timur Tengah. Menurut Sugiono, isu tersebut juga menjadi ukuran apakah sistem multilateral mampu menjalankan prinsip-prinsip yang menjadi dasar pembentukannya serta memberikan hasil ketika dibutuhkan.

"Palestina bukan hanya persoalan bagi satu kawasan. Palestina adalah ujian apakah sistem multilateral dapat menegakkan prinsip-prinsip yang sejak awal ingin dibelanya, dan apakah sistem tersebut dapat memberikan hasil ketika hal itu paling dibutuhkan," ujarnya.

Sugiono juga menekankan bahwa penguatan institusi internasional harus berjalan bersama dengan konsistensi dalam menjalankan prinsip. Ia mengatakan hukum internasional harus ditegakkan secara konsisten, kedaulatan harus dihormati, dan kolonialisme harus diakhiri.

Sikap Indonesia terhadap Palestina sebelumnya telah berulang kali disampaikan dalam berbagai forum internasional. Indonesia konsisten mendukung solusi dua negara sebagai salah satu dasar penyelesaian konflik tersebut.

(del/bac)