Mensesneg: Suvenir kelereng untuk mengingat tradisi - ANTARA News Ambon, Maluku
Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan makna permainan tradisional seperti kelereng dan karet yang menjadi bagian dari suvenir bagi peserta Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Prasetyo mengatakan kelereng dan karet sengaja disertakan untuk mengingatkan kembali masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap permainan tradisional yang menjadi bagian dari budaya Indonesia.
"Maknanya sebenarnya supaya kita ada mengingat juga hal-hal yang menjadi tradisi-tradisi kita selama ini, menjadi budaya-budaya kita," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Menurut Prasetyo, penggunaan unsur permainan tradisional tersebut sejalan dengan konsep perayaan HUT Ke-81 RI yang sejak awal dirancang untuk lebih banyak menampilkan budaya dan kesenian Indonesia.
"Memang sejak awal kami selaku Ketua Panitia Perayaan HUT tingkat pusat, bersama dengan ketua panitia kita mengonsep acara peringatan itu dengan lebih banyak menampilkan budaya-budaya dan kesenian-kesenian yang kita miliki," terangnya.
Prasetyo menegaskan konsep tersebut bukan sekadar untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebagai upaya menjaga dan melestarikan tradisi Indonesia agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
"Semata-mata untuk menjaga semua tradisi kita dan melestarikan kepada generasi-generasi yang akan datang," sambungnya.
Selain kelereng dan karet, suvenir yang diberikan kepada peserta upacara juga berisi sejumlah barang lainnya, seperti topi, kaos, dan handuk.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mensesneg: Suvenir kelereng untuk mengingat tradisi
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.