Menteri Bahlil ajak investor kembangkan PLTA Sungai Mamberamo
Tangerang, Banten (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak para investor untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Sungai Mamberamo di Papua.
“Kalau ada yang mau air, PLTA di Papua. Sungai Mamberamo itu potensinya 23 gigawatt (GW),” ujar Bahlil dalam acara Electricity Connect 2026 yang digelar di Tangerang, Banten, Selasa.
Selain PLTA Sungai Mamberamo, Bahlil juga menawarkan proyek PLTA di Kalimantan, yakni Sungai Kayan dengan potensi sekitar 12 gigawatt (GW).
Ia meyakinkan para investor bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk melakukan investasi proyek-proyek energi terbarukan.
Baca juga: Bahlil siapkan pembangkit pengganti PLTA Sulsel yang terdampak El Nino
“Sekarang jangan tanya sumber daya alam, tetapi saya tanya kepada bapak-ibu semua, apakah serius atau tidak untuk melakukan investasi di Indonesia,” ujar Bahlil.
Dalam kunjungan bilateral perdananya ke China pada 8–10 November 2024, Presiden Prabowo menyaksikan kesepakatan antara PT PLN (Persero) dan dua perusahaan besar asal China, Huawei dan SDIC Power dalam meningkatkan kemandirian energi di Indonesia.
Penandatanganan ini berlangsung pada Indonesia-China Business Forum (ICBF) di Beijing pada Minggu (10/11).
Melalui dua MoU ini, PLN mempertegas posisinya dalam menjaga ketersediaan energi secara berkelanjutan sekaligus mendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mewujudkan swasembada energi di Indonesia.
Baca juga: ESDM tarik investor untuk kembangkan pembangkit listrik dari angin
Kerja sama yang ditandatangani antara PLN dengan SDIC Power fokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mamberamo yang berada di Papua.
Selain penciptaan permintaan energi terbarukan yang terpadu, PLN dan SDIC Power juga melakukan studi bersama terkait aspek bisnis, teknis, hukum, dan risiko PLTA ini.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.