Menteri PKP dan Menteri Perumahan Tiongkok siap bahas sektor perumahan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait siap membahas sektor perumahan hingga teknologi dengan Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan dan Pedesaan Republik Rakyat Tiongkok.
Menurut Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara itu, pertemuan dengan menteri perumahan Tiongkok tersebut direncanakan pada Rabu (29/7), dan membahas bagaimana penanganan perumahan di Tiongkok maupun di Indonesia.
Dalam pertemuan itu, menurut dia, rencananya juga akan dibahas mengenai penjajakan kerja sama, kemudian terkait teknologi dan sebagainya.
"Apa yang kita bisa kerjasamakan, apakah teknologi dan sebagainya," kata Ara.
Ia mengungkapkan penyediaan perumahan di kawasan perkotaan diarahkan melalui pembangunan hunian vertikal, mengingat permasalahan penyediaan perumahan terutama di kawasan perkotaan dihadapkan dengan keterbatasan lahan untuk pembangunan rumah.
Backlog kepemilikan rumah masih menjadi masalah utama, kata dia. Secara nasional kepemilikan rumah yang backlog itu mencapai 9,6 juta unit berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025.
Menurut dia, hal itu juga merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar tanah-tanah atau lahan-lahan tersebut tidak terlalu banyak terpakai untuk perumahan, sehingga diarahkan ke hunian vertikal.
Ara mengungkapkan tanah-tanah yang diberikan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dimanfaatkan untuk pembangunan rumah susun dan kota satelit bagi masyarakat.
Sementara itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) melalui Pembangunan Permukiman Hunian Vertikal dan Kota Satelit.
Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid mengatakan dukungan diberikan dengan penyediaan lahan skala besar di berbagai wilayah Indonesia.
Kementerian ATR/BPN telah menyiapkan lahan potensial yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.