Menteri Rosan: Pemerintah akan Hitung Kontribusi Ekonomi Syariah ke PDB pada 2027 |Republika Online
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani.
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan, tahun depan pemerintah akan memetakan dan mengukur kontribusi ekonomi syariah terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Dia mengatakan, saat ini pemerintah belum mempunyai data tersebut.
Sebagai Menteri Investasi, Rosan mendorong ekonomi syariah untuk bisa memberikan porsi yang semakin besar terhadap PDB nasional. “Oleh sebab itu, salah satu program kita yang kita akan mulai di tahun 2027, kita juga bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk mengukur kontribusi dari ekonomi syariah ini terhadap ekonomi Indonesia secara keseluruhan,” ucapnya seusai menghadiri acara pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) periode 2026-2031 di Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat (2/10/2026).
Dia menambahkan, pihaknya bersama BPS juga akan mengukur kontribusi ekonomi syariah terhadap daerah-daerah di Indonesia. Rosan mengatakan, saat ini baik kementeriannya maupun BPS belum memiliki data tentang seberapa besar kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional.
Rosan, yang saat ini turut menjabat Ketum Pengurus Pusat (PP) MES, mengatakan, MES merupakan pihak yang pertama kali mengusulkan kepada pemerintah untuk mengukur kontribusi ekonomi syariah. “Mulai 2027, karena kita juga sudah bicara dengan Kepala BPS Ibu Widy, dan beliau setuju di tahun 2027 akan ada perhitungan berapa besar kontribusi ekonomi syariah kepada PDB dan dari sektor apa saja dan dari daerahnya mana saja,” katanya.
Saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus MES Provinsi Jateng, Rosan menginginkan ekonomi syariah memberikan dampak yang bisa dirasakan masyarakat. Apalagi mengingat lebih dari 85 persen masyarakat Indonesia adalah Muslim.
“Tetapi keberadaan dari ekonomi syariah di Indonesia ini masih jauh berbanding balik dengan keberadaan akumulasi masyarakat Muslim di Indonesia, terutama juga di Jawa Tengah,” ucap Rosan.
Dia berharap, ekonomi syariah nantinya bisa menjadi bagian dari aktivitas perekonomian masyarakat sehari-hari. “Ini tentunya akan membawa ekonomi syariah ini makin berkembang, makin maju, dan juga makin besar di Indonesia,” ujarnya.