Merawat Asa Bulutangkis Indonesia dari Kota Sejuta Bunga
Jumat, 25 September 2026 - 10:44 WIB
VIVA – Semangat mengenal olahraga bulutangkis sejak usia dini kembali terlihat di Magelang. Sebanyak 480 siswa sekolah dasar ambil bagian dalam MilkLife Festival SenengMinton 2026 yang digelar di GOR Djarum Magelang, Kamis 24 September 2026.
Baca Juga
Peserta berasal dari 16 SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Magelang dan sekitarnya. Mereka merupakan siswa kelas 1 hingga kelas 3 yang mengikuti berbagai permainan dengan konsep bulutangkis yang dikemas secara interaktif.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ajang ini merupakan kegiatan yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dengan dukungan Pengprov PBSI Jawa Tengah.
Baca Juga
Magelang menjadi kota kedua penyelenggaraan MilkLife Festival SenengMinton 2026 setelah sebelumnya digelar di Purwokerto pada April lalu.
Setelah Magelang, festival tersebut akan berlanjut ke Solo pada 1 Oktober, Kudus pada 17-18 Oktober, dan Semarang pada 28 Oktober 2026.
Baca Juga
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan pengenalan bulutangkis sejak usia dini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan regenerasi atlet.
Menurutnya, anak-anak perlu lebih dulu memiliki pengalaman menyenangkan dengan bulutangkis sebelum diarahkan ke proses pembinaan yang lebih serius.
“Kami ingin memastikan ekosistem bulutangkis Indonesia berjalan dengan baik. Regenerasi atlet berprestasi merupakan proses yang panjang sehingga harus dipersiapkan secara konsisten sejak dini. Karena itu, kami ingin terlebih dahulu menghadirkan pengalaman yang menyenangkan agar siswa dapat mencintai dan berminat mendalami olahraga bulutangkis. Kami yakin ketika minat itu tumbuh, maka proses pembinaan dapat berjalan secara optimal yang bermuara pada lahirnya generasi atlet guna meneruskan tradisi prestasi bulutangkis Indonesia di level dunia,” kata Yoppy.
Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng, Basri Yusuf, menilai kegiatan seperti MilkLife Festival SenengMinton dapat membantu menemukan potensi pebulutangkis sejak level akar rumput.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, proses pencarian bibit tidak hanya bergantung kepada klub. Sekolah dan orang tua juga memiliki peran penting dalam mengarahkan anak yang memiliki bakat untuk melanjutkan pembinaan.
“Melalui ajang ini potensi dan bakat calon atlet bulutangkis dapat teridentifikasi sejak dini dan diarahkan ke klub untuk mendapatkan pembinaan yang terstruktur. Meski di ajang ini peserta tidak melakukan pertandingan, namun mereka belajar tentang fisik dan teknik dasar yang menjadi bagian dari proses pembinaan atlet jangka panjang. Terlepas dari hal itu, support orang tua memang penting untuk perkembangan secara individu. Harapannya, MilkLife Festival SenengMinton menjadi sumber lahirnya bibit-bibit pebulutangkis yang nantinya melanjutkan pembinaan ke jenjang lebih tinggi,” ujar Basri.
Halaman Selanjutnya
Festival ini menggunakan sistem individu. Peserta ditentukan sebagai pemenang berdasarkan catatan waktu tercepat dalam setiap kategori.