peezycoineth.vip

Meta Disidang, Instagram dan Facebook Terancam Berubah Total

2026-08-24 06:02

Jakarta -

Pengadilan terhadap Meta di California bisa menentukan nasib perusahaan terkait perubahan penting di Facebook dan Instagram. Sidang pembuka dimulai Selasa waktu setempat dengan Jaksa Agung California, Rob Bonta, melawan Meta. Persidangan ini digelar menyusul tuduhan Meta mendorong perilaku kecanduan remaja dan anak.

Persidangan melibatkan koalisi 29 jaksa agung negara bagian dalam kasus gabungan melawan Meta yang diajukan pada tahun 2023, dan akan diperdebatkan oleh para pengacara yang mewakili California, Colorado, New Jersey, dan Kentucky. Jika Meta kalah, Instagram dan Facebook mungkin berubah besar.

Taruhannya sangat besar seiring pejabat tinggi pemerintah di seluruh Amerika Serikat mendesak Meta dimintai pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran hukum federal dan negara bagian termasuk UU Perlindungan Privasi Online Anak, serta berbagai UU perlindungan konsumen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pakar industri menyebutnya momen Big Tobacco bagi media sosial. Di 1990-an, perusahaan-perusahaan tembakau dipaksa membayar miliaran dolar karena menyesatkan publik tentang keamanan dan potensi bahaya produknya, yang kemudian membuat kekuatan dan pengaruh mereka anjlok.

Meta menyatakan menghadapi ancaman denda triliunan dolar dan kerusakan pada model periklanannya. Namun, persidangan ini bisa berdampak jauh melampaui satu perusahaan saja. Hal ini bisa membuat bentuk media sosial berubah total dan tidak dikenali lagi.

Negara-negara bagian tersebut ingin pengadilan memaksa Meta menghapus fitur desain adiktif di Instagram dan Facebook. Fiturnya termasuk pengguliran tanpa batas (infinite scrolling), video terputar otomatis, konten yang bisa hilang seperti Instagram Stories, filter kecantikan, dan feed yang didominasi algoritma.

Wakil Jaksa Agung California, Megan O'Neill, mengatakan Meta lebih mementingkan keuntungan dari keselamatan, menyembunyikan realitas pengguna di bawah 13 tahun di platformnya, dan bahwa model bisnisnya adalah untuk menjerat pengguna, menahan selama mungkin, memanen data, dan kemudian menyembunyikan kebenaran dari publik.

"Persidangan ini berpotensi menjadi akhir dari media sosial seperti yang kita kenal selama ini," kata Kate Winick, analis di Forrester yang dikutip detikINET dari CNBC.

"Putusan apa pun yang memberatkan Meta akan menetapkan preseden sangat besar. Persidangan ini sering dibandingkan dengan tuntutan hukum Big Tobacc tahun 90-an, dan hasilnya kemungkinan akan serupa: produk tersebut akan lebih sulit diakses oleh kaum muda dan pesan budaya seputar media sosial akan berubah," paparnya.

Jaksa Agung California Rob Bonta mengatakan Meta hanyalah yang pertama dalam antrean, seiring dengan berbagai jaksa agung negara bagian AS menyeret perusahaan media sosial ke pengadilan atas kerugian yang ditimbulkan. Terdapat juga gugatan yang tertunda terhadap YouTube dan Snap.

"Siapa yang pertama? Siapa terakhir? Idealnya, mereka semua diproses bersamaan. Itu tidak mungkin. Di dunia yang ideal, mereka semua akan berkomitmen pada reformasi dan perubahan yang sama untuk seluruh anak serta menjaga mereka tetap aman," kata Bonta.

Meta dan YouTube sebelumnya dinyatakan lalai dalam persidangan besar terkait kecanduan medsos di Los Angeles. Penggugatnya seorang wanita muda yang mengatakan kecanduan aplikasi mereka sejak kecil sehingga menyebabkan dirinya depresi dan pemikiran bunuh diri.

Winick memprediksi medsos lain seperti Snap dengan basis pengguna lebih muda, kemungkinan akan melakukan perubahan untuk menyelaraskan setiap perubahan yang dipaksakan pada Meta oleh persidangan ini.

"Kecil kemungkinan hal ini akan membunuh industri tersebut secara permanen, tapi akan signifikan mengurangi penggunaan dalam jangka panjang karena pengguna muda tidak lagi diperkenalkan pada platform-platform itu," tambahnya.

(fyk/fay)

TAGS

LIHAT LAINNYA