Militer Israel Tangkap 14 Warga Palestina dan Hancurkan Tiga Rumah di Tepi Barat
AKURAT.CO Militer Israel menangkap sedikitnya 14 warga Palestina dan menghancurkan tiga rumah dalam serangkaian penggerebekan di sejumlah wilayah Tepi Barat pada Selasa (28/7/2026).
Selain penangkapan dan penghancuran rumah, pasukan Israel juga menutup sebuah stasiun radio Palestina dan dilaporkan mengawal aksi pemukim Israel yang menyebabkan sejumlah warga Palestina terluka. Operasi tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat sejak perang di Jalur Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Di Nablus, pasukan Israel menggerebek sejumlah rumah dan gedung apartemen di kawasan Ras al-Ain serta menangkap delapan warga Palestina, termasuk seorang perempuan. Penangkapan juga dilakukan di Jenin terhadap seorang mantan tahanan Palestina dan seorang warga lainnya.
Baca Juga: Menkeu Israel Umumkan 763 Unit Permukiman Baru di Tepi Barat, Permukiman Eli Bakal Tiga Kali Lebih Besar
Sementara di wilayah Tulkarem, pasukan Israel menangkap seorang anggota polisi bea cukai Palestina, seorang pemuda di kawasan Irtah, serta dua warga Desa Faroun. Pasukan Israel juga memasuki Kota Tammun di Kegubernuran Tubas sebelum meninggalkan lokasi tanpa melakukan penangkapan.
Dalam operasi terpisah, tiga rumah warga Palestina dihancurkan di Kegubernuran Ramallah dan Hebron. Di Desa Shuqba, sebelah barat Ramallah, buldoser Israel menghancurkan rumah Mahmoud Bilal Hassan dengan alasan bangunan tersebut didirikan tanpa izin di Area C, wilayah Tepi Barat yang berada di bawah kendali Israel.
Dua rumah lainnya milik Ayman Yasser Amr dan Riyad Abdu Amr dihancurkan di Desa Deir Razih, sebelah timur Dura, Hebron, dengan alasan serupa.
Penghancuran rumah warga Palestina oleh otoritas Israel kerap dilakukan dengan alasan bangunan tidak memiliki izin. Namun, warga Palestina dan organisasi hak asasi manusia menilai kebijakan perizinan pembangunan di wilayah tersebut sangat membatasi, sementara pembangunan permukiman Israel terus berlangsung.
Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina mencatat 341 operasi penghancuran dilakukan otoritas Israel sepanjang paruh pertama 2026. Operasi tersebut menghancurkan 740 bangunan, berdampak terhadap 923 warga, serta diikuti penerbitan 254 pemberitahuan penghancuran tambahan.
Baca Juga: Wanita Palestina Kehilangan Janin Setelah Ambulans Ditahan Tentara Israel
Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa sepanjang 2025, penghancuran bangunan oleh Israel menyebabkan lebih dari 1.700 warga Palestina kehilangan tempat tinggal di Tepi Barat.
Berdasarkan data otoritas Palestina, sejak Oktober 2023 lebih dari 1.182 warga Palestina tewas, sekitar 13.000 orang terluka, dan hampir 24.000 warga Palestina ditangkap di seluruh Tepi Barat.