peezycoineth.vip

Misi Penyelamatan Gagal, Teleskop Antariksa NASA Akan Jatuh ke Bumi

2026-08-20 22:45

Jakarta -

NASA menghentikan misi penyelamatan teleskop luar angkasa Neil Gehrels Swift Observatory setelah mengalami sejumlah masalah. Kini teleskop itu diperkirakan akan jatuh ke Bumi dalam beberapa bulan ke depan.

NASA menggandeng perusahaan swasta Katalyst Space untuk mengembangkan wahana antariksa LINK yang ditugaskan untuk menarik teleskop Swift ke orbit yang lebih stabil.

Misi penyelamatan itu diluncurkan menggunakan roket Northrop Grumman Pegasus XL pada 3 Juli lalu. Namun, tiga minggu setelah diluncurkan, LINK mengalami masalah dan berputar tidak terkendali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhirnya NASA menghentikan misi penyelamatan karena LINK tidak berhasil mendekati dan mendorong Swift ke orbit yang lebih aman seperti rencana awal. Namun misi ini tidak sepenuhnya dibatalkan karena LINK tetap akan berupaya mendekati Swift untuk melatih operasi jarak dekat dan mendemonstrasikan kemampuannya menangkap wahana antariksa lain.

Sejak awal, misi penyelamatan teleskop Swift dipandang sebagai sesuatu yang mustahil. Peningkatan aktivitas Matahari membuat orbit Swift menurun lebih cepat dari perkiraan.

NASA memberikan kontrak senilai USD 30 juta kepada Katalyst pada tahun 2025 untuk menyelamatkan Swift. Dalam waktu kurang dari satu tahun, Katalyst berhasil merancang dan menguji LINK sebelum waktu untuk menyelamatkan Swift habis.

"NASA harus bersedia bergerak cepat dan mengambil risiko cerdas ketika potensi imbalannya sepadan, dan itulah yang kami lakukan dengan misi ini," kata Administrator NASA Jared Isaacman dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari Space.com, Jumat (21/8/2026).

"Ini bukan hasil yang Kami harapkan, tapi ini tidak mengubah alasan mengapa misi ini layak dicoba. Tim bergerak dengan kecepatan luar biasa untuk memberi Swift kesempatan melakukan lebih banyak penelitian ilmiah sekaligus menunjukkan kemampuan yang dibutuhkan Amerika untuk perawatan satelit di masa depan," sambungnya.

Swift merupakan teleskop yang dirancang untuk mempelajari fenomena berenergi tinggi di alam semesta. Teleskop ini dapat mendeteksi fenomena seperti ledakan sinar gamma, dan dapat mengarahkan instrumennya dengan cepat untuk mempelajarinya dalam sinar-X, ultraviolet, dan cahaya nampak.

Teleskop ini diluncurkan pada tahun 2004 dan awalnya hanya direncanakan beroperasi selama dua tahun. Seandainya misi ini berhasil, NASA berharap Swift dapat beroperasi hingga setidaknya tahun 2030.

Kini, NASA hanya menunggu waktu sampai teleskop Swift perlahan turun dari orbitnya sampai akhirnya terbakar di atmosfer Bumi sebelum akhir tahun ini. Setelah Swift mati, NASA akan memprioritaskan pengembangan opsi baru yang dapat bereaksi cepat terhadap fenomena di luar angkasa.

(vmp/vmp)

TAGS

LIHAT LAINNYA