peezycoineth.vip

Mobil Dua Jantung, Bisa Jalan Pakai Listrik dan Bensin

2026-09-18 15:50

Jumat, 18 September 2026 - 22:50 WIB

Jakarta, VIVA – Ada mobil yang cukup datang ke SPKLU untuk mengisi energi, ada juga yang masih harus mampir ke SPBU. Namun, bagaimana kalau satu mobil bisa melakukan keduanya?

Baca Juga

Konsep tersebut hadir pada kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Mobil jenis ini punya baterai yang bisa diisi dari sumber listrik eksternal, tetapi tetap membawa mesin bensin untuk digunakan ketika dibutuhkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu model yang menerapkan konsep tersebut adalah Eksion PHEV. SUV tujuh penumpang ini menggabungkan motor listrik dengan mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE), sehingga pengemudi tidak hanya bergantung pada satu sumber tenaga.

Baca Juga

Aji Ibrahim, Product Planning Wuling Motors, mengatakan kombinasi tersebut membuat kendaraan bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, baik perjalanan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.

“Kehadiran Eksion PHEV sebagai SUV 7-seater dari Wuling memberikan keleluasaan bagi keluarga untuk berkendara lebih bebas, baik dalam menunjang mobilitas sehari-hari maupun perjalanan bersama keluarga,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Jumat 18  September 2026.

Baca Juga

Lantas, bagaimana cara kerja mobil yang punya colokan listrik sekaligus tangki bensin ini?

Secara sederhana, baterai pada sistem PHEV dapat diisi menggunakan sumber listrik dari luar. Energi tersebut kemudian digunakan untuk menggerakkan motor listrik ketika mobil berjalan dalam kondisi tertentu.

Sementara itu, mesin bensin tetap tersedia sebagai sumber tenaga tambahan. Jadi, ketika kebutuhan perjalanan lebih jauh atau kondisi berkendara membutuhkan kerja mesin, sistem dapat mengkombinasikan tenaga listrik dan mesin pembakaran.

Pada Eksion PHEV, sistem tersebut mengandalkan teknologi LING Power yang terdiri dari dedicated hybrid engine, motor listrik dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Ketiganya bekerja sebagai satu sistem untuk mengatur penyaluran tenaga sesuai kondisi berkendara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengemudi juga diberikan sejumlah pilihan mode. Untuk karakter berkendara tersedia Eco, Normal dan Sport. Sementara untuk penggunaan energi terdapat EV Max, EV First, Hybrid dan Fuel Priority.

Perbedaan mode tersebut memungkinkan pengemudi menentukan sumber tenaga yang ingin lebih diprioritaskan. Misalnya, mode listrik dapat digunakan ketika berkendara untuk aktivitas harian, sedangkan sistem hybrid bisa dimanfaatkan saat perjalanan membutuhkan jarak tempuh lebih panjang.

Halaman Selanjutnya

Berdasarkan pengujian CLTC, kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik disebut mencapai 125 kilometer. Jika baterai dan mesin bensin digunakan secara bersamaan, total jarak tempuhnya diklaim bisa lebih dari 1.000 kilometer.