Modal dasar BIJB Kertajati dipastikan naik menjadi Rp8 triliun mencakup aset - ANTARA News Jawa Barat
Bandung (ANTARA) - Langkah penguatan struktur permodalan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dipastikan bakal naik hingga Rp8 triliun yang diproyeksikan tidak hanya bentuk kas, tapi mencakup aset berupa tanah.
Kepala Biro Binaan BUMD, Investasi, dan Administrasi Pembangunan (BIA) Setda Jabar Deny Hermawan mengungkapkan penyertaan modal berupa aset (inbreng) lahan itu ada di lahan strategis kawasan bandara.
"Nanti ada peningkatan modal dasar dari Rp2,5 triliun jadi Rp8 triliun. Salah satunya dalam bentuk tanah," kata Deny di Bandung, Rabu.
Deny menegaskan bahwa pengesahan Raperda Perubahan ini menjadi fondasi hukum wajib sebelum Pemprov Jawa Barat mengucurkan tambahan modal demi mengakselerasi performa operasional bandara terbesar di Jawa Barat tersebut.
Rencana peningkatan modal dasar BIJB sendiri dipastikan melonjak dari Rp2,5 triliun menjadi Rp8 triliun usai mendapatkan respons positif dari DPRD Jawa Barat, yang menyetujui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait hal tersebut.
Dukungan politik tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat usai mayoritas fraksi menyepakati kelanjutan Raperda tentang Perubahan Kedua Perda Nomor 22 Tahun 2013 tentang Pembentukan BUMD Pengelola Bandara Kertajati untuk dibahas di tingkat Panitia Khusus (Pansus).
Anggota DPRD Jawa Barat Toto Suharto mengungkapkan pihaknya menilai penguatan struktur hukum dan keuangan BIJB Kertajati sangat mendesak mengingat posisinya sebagai infrastruktur transportasi strategis nasional sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).
"Kondisi kini perlu penguatan, BIJB juga untuk motor penggerak ekonomi khususnya wilayah Jawa Barat bagian timur," ujar Toto yang juga Wakil Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar itu.
Meskipun mendukung penuh rencana peningkatan modal dasar tersebut, Toto mengingatkan Pemprov Jabar dan manajemen BIJB agar suntikan modal ini tidak berhenti pada urusan korporasi semata, melainkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
"Kami harap ada integrasi kawasan dan menunjang ekonomi lokal," ujar Toto.
Melalui penyesuaian modal dasar hingga Rp8 triliun dan reorientasi bentuk perusahaan ini, tambah Toto, PT BIJB Kertajati diharapkan dapat lebih leluasa menjalin kemitraan strategis, mengoptimalkan integrasi kawasan aerocity, serta menopang konektivitas udara nasional secara berkelanjutan.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.