peezycoineth.vip

Modifikasi cuaca digencarkan atasi kekeringan di Kotim

2026-08-14 16:05

Modifikasi cuaca digencarkan atasi kekeringan di Kotim

Jumat, 14 Agustus 2026 23:05 WIB

Image Print

Proses water bombing menggunakan helikopter untuk membantu pemadaman karhutla di Kotim beberapa waktu lalu. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus digencarkan untuk membantu mengatasi kekeringan yang berdampak juga pada meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

“Untuk Kotim sudah dilakukan OMC melalui Palangka Raya. Kalau tidak salah, Selasa kemarin sudah ada penyemaian garam kurang lebih 1.000 kilogram atau satu ton di wilayah selatan, Kecamatan Teluk Sampit,” kata Wakil Koordinator III Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kotim Rihel di Sampit, Jumat.

Ia menjelaskan, pelaksanaan OMC di Kotim merupakan bagian dari kegiatan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang poskonya berada di Kota Palangka Raya, sehingga Pemerintah Kabupaten Kotim tidak melaksanakan operasi tersebut secara mandiri.

Kegiatan tersebut dilaksanakan BNPB bekerja sama dengan BMKG dan dijadwalkan berlangsung hingga 17 Agustus 2026. OMC merupakan rekayasa cuaca untuk meningkatkan peluang hujan.

OMC dilakukan dengan cara penyemaian garam pada wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan. Setiap penerbangan untuk penyemaian rata-rata membawa sekitar satu ton garam.

Menurut Rihel, hasil OMC dalam beberapa hari terakhir mulai terlihat di sejumlah wilayah, meskipun belum merata hingga Kota Sampit. Salah satu wilayah yang sempat mendapatkan hujan adalah Kecamatan Cempaga Hulu.

“Memang tidak langsung di Kota Sampit, tetapi beberapa hari ini ada hujan di daerah Cempaga Hulu. Itu salah satu hasil dari OMC,” ucapnya.

Selain Cempaga Hulu, hujan dengan durasi singkat juga dilaporkan terjadi di wilayah pedalaman seperti Kecamatan Mentaya Kalang dan Telaga Antang.

Penyemaian tidak dilakukan secara sembarangan karena sangat bergantung pada keberadaan awan potensial, arah angin, serta kecepatannya. Maka dari itu, lokasi penyemaian dapat berubah mengikuti hasil pemantauan kondisi atmosfer.

Rihel mengungkapkan, penerbangan OMC sekaligus dimanfaatkan untuk patroli udara guna memantau titik kebakaran hutan dan lahan serta mengidentifikasi keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

“Kalau ditemukan potensi awan hujan, biasanya dilaporkan dan kemudian dilakukan modifikasi cuaca untuk penyemaian garam,” ujarnya.

Ia menilai OMC penting sebagai salah satu upaya mengurangi dampak kekeringan, terlebih kondisi sumber air di wilayah Sampit mulai menurun. Berdasarkan informasi yang diterima Satgas, permukaan air di sejumlah lokasi berada lebih dari satu meter dari permukaan tanah.

Kondisi tersebut membuat peluang hujan sangat dibutuhkan, baik untuk membantu menjaga ketersediaan air maupun mendukung penanganan ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Kalau memang potensinya ada, kenapa tidak dicoba. Ini salah satu upaya untuk mengurangi kekeringan. Kalau ada hujan, lumayan sehingga kondisi tidak sampai kering sekali,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan terkait perkembangan kejadian karhutla di Kotim. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim hingga 13 Agustus 2026, tercatat sebanyak 289 kejadian karhutla di wilayah tersebut.

Kebakaran itu menghanguskan lahan dengan luas lebih dari 483,66 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan. Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi salah satu wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni lebih dari 128 hektare.

Selain kejadian kebakaran, pemantauan terhadap titik panas juga menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Akumulasi hotspot di Kotim sejak Januari hingga saat ini telah mencapai 2.509 titik yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan memaksimalkan setiap upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak kekeringan dan karhutla. Dalam hal ini kami mengharapkan kerjasama seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla karena dampaknya sangat besar,” demikian Rihel.

Baca juga: Bupati Kotim terapkan emansipasi wanita dalam kepanitiaan HUT Kemerdekaan

Baca juga: DPRD Kotim nilai pembangunan berkeadilan jadi pesan penting Presiden RI

Baca juga: DPRD Kotim: Waspadai paparan 'kekerasan' lewat game online

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.