Moh Zaki Ubaidillah, Anak Muda yang Jadi Penentu Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2026
Kamis, 24 September 2026 - 20:31 WIB
VIVA – Moh Zaki Ubaidillah menjadi penentu keberhasilan Indonesia meraih medali emas Asian Games 2026. Pebulutangkis yang akrab disapa Ubed itu tampil sebagai penentu pada laga final beregu putra melawan China di Ichinoya City Municipal Gymnasium, Kamis 24 September 2026 malam WIB.
Baca Juga
Turun pada partai kelima, Ubed menghadapi Weng Hongyang. Ia mampu menuntaskan pertandingan dalam dua gim dengan kemenangan 23-21, 21-13.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kemenangan tersebut memastikan Indonesia menaklukkan China 3-2 sekaligus mengantarkan tim beregu putra merebut emas pertama bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2026.
Baca Juga
Ubed sebenarnya datang ke pertandingan dengan posisi ranking dunia yang berada di bawah lawannya. Berdasarkan peringkat BWF, Ubed menempati posisi ke-28 dunia. Sementara Weng Hongyang berada di peringkat ke-22.
Namun, perbedaan ranking tidak membuat Ubed kehilangan kepercayaan diri. Ia justru mampu tampil tenang dalam pertandingan penentuan dan mengamankan kemenangan Indonesia.
Baca Juga
Perjalanan Ubed hingga mencapai level ini juga sudah mendapat perhatian sejak beberapa tahun terakhir. Ia menjadi salah satu pemain yang diproyeksikan sebagai andalan Indonesia setelah menunjukkan prestasi di level junior.
Ubed merupakan jebolan PB Djarum yang sudah mencatat sejumlah prestasi penting sejak masih berada di kelompok junior. Dalam dua kali keikutsertaannya di BWF World Junior Championship, Ubed mampu menunjukkan performa menjanjikan.
Pada 2024, ia membantu Indonesia menjadi juara Piala Suhandinata. Di ajang yang sama, Ubed juga meraih medali perunggu pada nomor individu.
Setahun berselang, Ubed kembali melangkah jauh di Kejuaraan Dunia Junior. Kali ini ia berhasil menembus partai final, meski harus puas membawa pulang medali perak setelah kalah dari wakil China, Liu Yangmingyu.
Prestasi tersebut membuat nama Ubed semakin diperhitungkan sebagai salah satu calon penerus tunggal putra Indonesia.
Selain berprestasi di level junior, Ubed juga secara bertahap mendapat kesempatan tampil di berbagai turnamen senior.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sepanjang 2025, ia mulai rutin mengikuti turnamen dari level International Challenge hingga Super 500. Ubed bahkan masuk dalam skuad Indonesia untuk Piala Sudirman 2025.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses adaptasinya menghadapi persaingan di level senior.
Halaman Selanjutnya
Pada awal 2025, Ubed sempat berada di peringkat 138 dunia. Posisinya kemudian terus mengalami perkembangan hingga akhirnya mampu menembus kisaran 70 besar ketika meninggalkan level junior.