peezycoineth.vip

Mohsen Rezaei Menuntut Pencairan Aset Iran, Singgung Konflik Timur Tengah Meluas

2026-08-10 19:02

Bagikan:

JAKARTA - Mohsen Rezaei, penasihat militer senior bagi Pemimpin Tertinggi Iran sekaligus mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kini punya posisi di pusat pengambilan keputusan keamanan Iran di tengah berlanjutnya konflik dengan AS.

Rezaei pernah berbicara soal perang Iran dan AS sebagaimana diulas ulang CNN, Senin, 10 Agustus. Dia kala itu menekankan soal pencairan aset Teheran hingga potensi meluasnya konflik Timur Tengah.

Pencairan aset Iran

Rezaei menyatakan jalan menuju perdamaian dapat dimulai dengan langkah Presiden AS Donald Trump mencairkan aset Teheran, yang diperkirakan bernilai 24 miliar dolar AS.

Trump kemudian setuju untuk melepas dana dan aset Iran berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) berumur pendek yang bertujuan membuka jalan bagi perundingan damai.

Kesepakatan itu ditandatangani pada Juni namun batal dalam hitungan hari.

Perluasan cakupan perang

Rezaei memperingatkan Iran akan "menyeret perang" ke luar wilayah Teluk Persia jika konflik terus berlanjut. "Kami akan memberikan dimensi baru pada perang ini dengan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika lainnya," ujarnya.

Sejak wawancara tersebut, konflik telah meluas. Arab Saudi melancarkan serangan terhadap target-target kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.

Sementara pihak Houthi melancarkan serangan terhadap infrastruktur Saudi dan mengancam akan mengganggu pelayaran di dalam dan sekitar Laut Merah.

Kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak juga tetap terlibat dalam konflik yang lebih luas ini. Selama perang berlangsung, Teheran dilaporkan telah menembakkan rudal hingga mencapai Diego Garcia, sebuah pangkalan militer gabungan AS-Inggris yang berjarak sekitar 2.000 mil dari Iran.

Menegaskan kembali klaim Iran atas Selat Hormuz: Rezaei menyatakan Iran dan Oman memiliki kedaulatan atas jalur perairan tersebut dan karenanya akan mengelolanya secara bersama-sama.

Sejak saat itu, Teheran dan Muscat telah melakukan negosiasi mengenai navigasi di selat tersebut dan mengisyaratkan kesepakatan mungkin dapat dicapai.

Kendati demikian, para pejabat Iran menegaskan kesepakatan apa pun tidak serta-merta berarti jalur perairan tersebut akan segera dibuka kembali.

Ancaman invasi ke wilayah AS

Rezaei memperingatkan Iran siap menghadapi kemungkinan invasi darat oleh AS, seraya mengatakan, "kekuatan darat kami berkali-kali lipat lebih besar daripada kekuatan rudal kami."

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+