Muhammadiyah Britania Raya wakil tunggal Indonesia di forum Muslim Council of Britain
Muhammadiyah Britania Raya wakil tunggal Indonesia di forum Muslim Council of Britain
Selasa, 21 Juli 2026 18:57 WIB
Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia Ince Dian Aprilyani Azir bersama Sekretaris Jenderal MCB Wajid Akhter. (ANTARA/HO-Pribadi)
Semarang (ANTARA) - Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia tercatat sebagai satu-satunya organisasi asal Indonesia dalam National Muslim Mental Health Summit yang digelar Muslim Council of Britain (MCB) di University of East London.
Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia Ince Dian Aprilyani Azir, dalam pernyataan di Semarang, Selasa, mengatakan kehadiran Muhammadiyah dalam forum lintas komunitas menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dakwah persyarikatan di tingkat internasional.
MCB merupakan organisasi payung Muslim terbesar di Britania Raya dengan lebih dari 500 anggota, mencakup masjid, sekolah, lembaga amal, dan jaringan profesional.
Forum tersebut digelar bersamaan dengan Annual General Meeting MCB dan mempertemukan lebih dari 400 peserta, terdiri atas organisasi Muslim Britania Raya, praktisi kesehatan mental, pembuat kebijakan, dan penyedia layanan berbasis komunitas dari berbagai wilayah Inggris.
Berdasarkan daftar peserta yang dihimpun panitia, PCIM menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia.
Agenda summit mencakup lokakarya neurodiversitas, skema pendanaan bagi penyedia layanan seperti Muslim Youth Helpline, serta solusi teknologi dan kebijakan untuk menutup kesenjangan akses layanan.
Kegiatan tersebut sekaligus menandai peluncuran direktori daring pertama yang menghimpun penyedia layanan kesehatan mental bagi Muslim di Britania Raya.
Data yang dipaparkan menunjukkan lebarnya kesenjangan tersebut. Dari empat juta muslim di Inggris atau enam persen populasi, hanya 2,6 persen dari mereka yang dirujuk ke NHS Talking Therapies pada 2021–22 yang menuntaskan pengobatan.
Survei Muslim Youth Helpline terhadap lebih dari 1.000 muslim berusia 16–30 tahun menemukan hanya 13 persen responden dengan kebutuhan kesehatan mental yang pernah menemui konselor.
Sebanyak 40 persen muslim Inggris juga tercatat tinggal di wilayah paling tertinggal.
Saat ini, pihaknya menyiapkan tindak lanjut dari forum yang berlangsung pada Sabtu (18/7) waktu setempat.
"Langkah pertama kami adalah program literasi kesehatan mental bagi diaspora Indonesia di Britania Raya, dan kami berharap pengalaman ini juga bisa menjadi masukan bagi jaringan Muhammadiyah di Tanah Air," katanya.
Sekretaris Jenderal MCB Wajid Akhter menyatakan skala krisis kesehatan mental yang dihadapi muslim Britania Raya telah melampaui kapasitas respons yang tersedia.
Ia menyerukan pendanaan yang sepadan, kolaborasi antara masjid, lembaga amal, klinisi, dan pengembang teknologi, serta kebijakan yang menempatkan kesehatan mental Muslim sebagai prioritas kesehatan publik.
Forum tersebut juga menghadirkan CEO badan amal kesehatan mental Mind, Sarah Hughes, sebagai salah satu pembicara.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.