MUI gelar Bekasi Bersholawat ikhtiar untuk kuatkan spiritual masyarakat - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyebutkan kegiatan bertajuk Bekasi Bersholawat yang digelar atas inisiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) daerah setempat merupakan ikhtiar menguatkan spiritual masyarakat melalui sinergi para ulama dengan pimpinan daerah atau umaro.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Kabupaten Bekasi Hudaya mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang dapat berjalan beriringan dengan berbagai upaya pembangunan oleh pemerintah daerah.
"Pembangunan tidak hanya membutuhkan pendekatan lahiriah tetapi juga perlu diperkuat dengan pendekatan spiritual. Semangat yang ingin disebarkan adalah untuk membangun daerah tidak cukup dengan upaya-upaya normatif tetapi juga dibarengi dengan spiritual," katanya di Cikarang, Jumat.
Dia menyatakan kegiatan ini menjadi momentum mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk semakin mencintai dan membiasakan membaca shalawat sebagai salah satu syiar sekaligus menjadi budaya di tengah pluralisme masyarakat Kabupaten Bekasi.
Dia menilai Bekasi Bersholawat memiliki makna penting di tengah beragam tantangan yang sedang dihadapi daerah. Selain sarana syiar keagamaan juga menjadi dukungan moral maupun motivasi kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah daerah.
Menurut dia, penguatan nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat sejalan dengan upaya pemerintah daerah mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pembangunan karakter masyarakat.
Ketua MUI Kabupaten Bekasi KH Mahmud menjelaskan Bekasi Bersholawat merupakan bagian dari rangkaian agenda rutin tahunan sekaligus memeriahkan Milad Ke-51 MUI maupun menyambut Hari Jadi Ke-76 Kabupaten Bekasi serta Proklamasi Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia.
Dia mengatakan beragam tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dari aspek ekonomi, sosial, budaya, penegakan hukum hingga keamanan membutuhkan ikhtiar dari seluruh elemen masyarakat baik lahir melalui program pembangunan maupun batin lewat doa serta pendekatan spiritual.
"Salah satu doa yang memiliki banyak keutamaan adalah membaca shalawat. Ini sebagai ikhtiar kita agar masyarakat Kabupaten Bekasi gemar membaca shalawat sampai akrab dengan shalawat," ucapnya.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung periode 2015-2023 itu menilai pembiasaan budaya membaca shalawat di kalangan masyarakat dapat memberikan ketenangan sekaligus memperkuat optimisme dalam menghadapi berbagai persoalan.
"Mudah-mudahan masyarakat dan pemimpin Bekasi mendapatkan rahmat, pertolongan dan ampunan Allah SWT. Saya yakin kalau ikhtiarnya dua, lahir dan batin, pelan-pelan tetapi pasti kita akan bisa menyelesaikan berbagai macam persoalan," katanya.
"Awalnya mungkin karena ada perlombaan tetapi nanti mudah-mudahan shalawat itu menjadi sebuah kebutuhan. Seperti anak kecil, kita kasih hadiah untuk belajar shalat, akhirnya shalat menjadi sebuah kebutuhan. Kira-kira kegiatan kita arahnya ke sana," tuturnya.
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.