MUI Kutuk Aksi Ribuan Pemukim Israel Menerobos Masjid Al-Aqsa |Republika Online
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim, Jumat (31/10/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras aksi ribuan pemukim Israel yang menerobos kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim menilai, tindakan tersebut merupakan bentuk provokasi serius yang mengancam kesucian Al-Aqsa sekaligus melanggar status hukum yang berlaku.
"Saya mengutuk keras atas nama pribadi maupun atas nama Majelis Ulama Indonesia. Saya percaya seluruh bangsa Indonesia, terutama umat Islam, mengecam tindakan kelompok ekstremis Zionis yang menerobos masuk ke pelataran Masjid Al-Aqsa," ujar Sudarnoto kepada Republika, Jumat (24/7/2026).
Sudarnoto menilai aksi tersebut tidak dapat dipisahkan dari dukungan kelompok sayap kanan Israel yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Menurut dia, Ben-Gvir merupakan tokoh ekstrem yang secara terbuka menunjukkan permusuhan terhadap rakyat Palestina dan umat Islam.
"Ben Gvir dan kelompok Zionis ekstrem yang menyerang itu anti-Islam, antiumat Islam, Islamofobik. Ini harus menjadi perhatian masyarakat internasional," ucapnya.
Ia mengatakan, penerobosan ke kompleks Al-Aqsa merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menguasai kawasan suci tersebut. Menurut Sudarnoto, penguasaan Masjid Al-Aqsa dipandang sebagai salah satu kunci bagi kelompok ekstremis Zionis untuk memperkuat kontrol atas Palestina dan Baitul Maqdis.
"Pendudukan dan penerobosan ini menunjukkan otoritarianisme Zionis yang memprovokasi kelompok kanan Yahudi untuk menguasai Masjid Al-Aqsa. Bagi mereka, ini menjadi salah satu kunci penting untuk penaklukan Palestina dan Baitul Maqdis secara menyeluruh,"kata dia.
Karena itu, Sudarnoto mendorong Pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomatik yang lebih aktif bersama negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan komunitas internasional guna melindungi Masjid Al-Aqsa.