peezycoineth.vip

Mulai besok, Pemkab Dharmasraya liburkan TK dan PAUD karena kabut asap

2026-08-25 08:23

Mulai besok, Pemkab Dharmasraya liburkan TK dan PAUD karena kabut asap

Selasa, 25 Agustus 2026 15:23 WIB

Image Print

Arsip Foto - Puncak Gunung Medang di Jalan Lintas Sumatera Gunung Medan Kabupaten Dharmasraya, Sumbar, diselimuti kabut asap, Sabtu (30/9). Kabut asap menyelimuti daerah itu diduga asap kiriman dari Provinsi Jambi. (Antara/Ilka Jensen)

Pulau Punjung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat, mulai meliburkan kegiatan belajar mengajar tingkat taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai antisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan peserta didik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, di Pulau Punjung, Selasa, mengatakan kebijakan tersebut mulai diberlakukan Rabu sebagai upaya mencegah paparan asap terhadap pelajar.

"Kegiatan belajar TK dan PAUD mulai diliburkan besok, masuk normal kembali Senin. Dan akan diperpanjang apabila kualitas udara belum membaik," ujarnya.

Ia mengatakan surat edaran terkait kebijakan itu tengah disiapkan dan segara diteruskan kepada seluruh satuan pendidikan TK dan PAUD di Kabupaten Dharmasraya.

Menurutnya, kebijakan itu memang dimulai dari jenjang TK dan PAUD karena anak-anak usia dini lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Ia mengimbau orang tua dan wali murid untuk membimbing anak-anak belajar di rumah selama sekolah diliburkan.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dharmasraya, Novandri Ismi mengatakan kualitas udara di daerah itu berada pada kategori tidak sehat berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

"Kualitas udara pada Selasa pagi berada pada kategori tidak sehat, dengan nilai parameter PM1.5 mencapai angka 170 pada pukul 04.00 WIB," ujarnya.

Kabupaten Dharmasraya diselimuti kabut asap kiriman dari daerah tetangga yang terpantau semakin tebal dibandingkan hari sebelumnya.

Analis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dharmasraya, Ardianus Efendi menyebutkan kabut asap tersebut telah dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir dan pada Selasa kondisinya semakin tebal.

"Kondisi kabut asap sudah berlangsung sejak berapa hari terakhir, hari ini memang cukup tebal dibandingkan biasanya, namun jarak pandang masih normal," katanya.

Ia mengatakan kabut asap tersebut merupakan kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Riau, Jambi hingga Sumatera Selatan.